Neraca Perdagangan November Diprediksi Defisit

Senin, 22 Desember 2014 - 06:06 WIB
Neraca Perdagangan November...
Neraca Perdagangan November Diprediksi Defisit
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi neraca perdagangan pada November 2014 mengalami defisit dengan bersifat jangka pendek.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung mengatakan, salah satu penyebab defisit neraca perdagangan November adalah impor migas yang masih terlalu tinggi. Sementara ekspor komoditi mengalami penurunan.

"Itu jelas impor migasnya masih tinggi, tetapi itu sudah dengan adanya penurunan harga minyak. Cuma ekspor-ekspor komoditi negara kita kan turun semua, terutama batu bara, " ujar Juda saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, akhir pekan.

Dia melanjutkan, agar ekspor bisa terus mengalami peningkatan, maka pemerintah harus mulai beralih dari ekspor komoditas ke non komoditas.

Menurutnya, pertumbuhan ekspor non komoditas sangat tergantung pada sektor manufaktur.

"Itu memang tantangan Indonesia ke depan bagaimana ketergantungan pada ekspor komoditas ini bergeser pada manufaktur," jelasnya

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah sebaiknya memberikan insentif tax allowance atau tax holiday untuk mendorong pertumbuhan sektor manufaktur.‎
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Pemerintah Respon Positif
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Diprediksi Puncak Arus...
Diprediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved