Importir Cemaskan Pembatasan Impor Daging

Selasa, 23 Desember 2014 - 12:24 WIB
Importir Cemaskan Pembatasan...
Importir Cemaskan Pembatasan Impor Daging
A A A
JAKARTA - Pengusaha dan importir daging sapi mengkhawatirkan rencana pemerintah untuk membatasi impor daging sapi melalui sistem kuota akan menimbulkan gejolak harga daging sapi di pasaran.

Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya (KDSJR) Sarman Simanjorang mengatakan, kalangan pengusaha membaca adanya gelagat dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang berencana mengubah Permentan 84/2013 dan Permendag 46/2013. Salah satu yang ingin diubah, menurut Sarman, adalah impor daging sapi dikembalikan ke sistem kuota.

Kendati salah satu alasannya adalah dalam rangka menuju swasembada, Sarman meminta Kementerian Pertanian tidak gegabah dan melihat kondisi riil di lapangan. “Kami bukannya tidak mendukung swasembada. Tapi saat ini saja harga daging sapi di pasaran masih tinggi, di kisaran Rp90.000-an per kg,” ujarnya saat di Jakarta kemarin.

Hal lain yang membuat risau pengusaha adalah belum dikeluarkannya rekomendasi impor daging sapi oleh Kementan, sehingga dampaknya Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun belum mau mengeluarkan izin bagi importir terdaftar. Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Impor Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring mengatakan, izin impor semestinya sudah terbit pada minggu pertama Desember.

“Nyatanya sampai sekarang belum juga. Makanya kita takut nanti di bulan Januari tidak ada daging sapi impor yang masuk. Iya kalau stok di dalam negeri ada, kalau tidak ada bagaimana? Dampaknya bisa seperti tahun 2012 (harga daging melambung),” cetusnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) Noverdi Bross menambahkan, sebagian besar anggota asosiasi sudah memesan produk daging sapi untuk kebutuhan konsumen periode Januari hingga Maret 2015. Pembatalan pesanan akan menurunkan kredibilitas pengusaha di mata internasional. Di sisi lain, harga daging sapi cenderung terus meninggi terutama dengan kenaikan inflasi dan nilai tukar dolar.

“Maka itu kami minta ke pemerintah agar kajian atas Permentan dan Permendag tersebut dilakukan pada periode Januari-Maret 2015, sehingga bisa diterapkan pada April-Desember 2015. Jangan sekarang,” tegasnya. Pihaknya bersama asosiasi terkait telah menghitung kebutuhan daging sapi pada 2015 yang diproyeksikan mencapai 639.000 ton atau naik sekitar 8% dari kebutuhan daging sapi tahun ini.

Inda susanti
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
23 menit yang lalu
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
1 jam yang lalu
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
1 jam yang lalu
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
2 jam yang lalu
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
2 jam yang lalu
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
2 jam yang lalu
Infografis
5 Olahan Daging Kambing...
5 Olahan Daging Kambing Selain Sate, Lezat dan Gampang Dibuat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved