Minyak Global Dekati Harga Tertinggi Dua Pekan
Rabu, 24 Desember 2014 - 10:17 WIB
Minyak Global Dekati Harga Tertinggi Dua Pekan
A
A
A
MELBOURNE - Minyak global diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam hampir dua pekan karena ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari satu dekade. Ini memberi sinyal bahwa permintaan minyak dariu konsumen terbesar di dunia bisa meningkat.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 0,6% di New York. Departemen Perdagangan AS menyatakan, produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal III/2014 naik 5%, terbesar sejak 2003.
Sementara survei Bloomberg News menjelang laporan dari Energy Information Administration menyebutkan, stok minyak mentah AS diperkirakan menyusut 2,5 juta barel pekan lalu. Sedangkan persediaan minyak mentah AS diperkirakan turun menjadi 377,4 juta barel pada 19 Desember 2014.
Harga minyak menuju penurunan tahunan terbesar sejak 2008 di tengah melimpahnya pasokan global karena produksi minyak AS yang mengalami laju tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. Sementara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menolak memangkas pasokan untuk mempertahankan pangsa pasar.
"Angka PDB yang besar membuat kami terkejut. Reli liburan membantu kami melupakan masalah membanjirnya pasokan," kata analis senior di Price Futures Group Phil Flynn seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (24/12/2014).
WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari berada di USD56,77 per barel pada pukul 10.14 waktu Singapura dari posisi kemarin di USD57,12, penutupan tertinggi sejak 12 Desember 2014.
Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 34% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah turun 42% sepanjang tahun ini.
Sementara minyak brent di London berbasis ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Februari turun 33 sen menjadi USD61,36 per bare. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,62.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 0,6% di New York. Departemen Perdagangan AS menyatakan, produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal III/2014 naik 5%, terbesar sejak 2003.
Sementara survei Bloomberg News menjelang laporan dari Energy Information Administration menyebutkan, stok minyak mentah AS diperkirakan menyusut 2,5 juta barel pekan lalu. Sedangkan persediaan minyak mentah AS diperkirakan turun menjadi 377,4 juta barel pada 19 Desember 2014.
Harga minyak menuju penurunan tahunan terbesar sejak 2008 di tengah melimpahnya pasokan global karena produksi minyak AS yang mengalami laju tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. Sementara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menolak memangkas pasokan untuk mempertahankan pangsa pasar.
"Angka PDB yang besar membuat kami terkejut. Reli liburan membantu kami melupakan masalah membanjirnya pasokan," kata analis senior di Price Futures Group Phil Flynn seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (24/12/2014).
WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari berada di USD56,77 per barel pada pukul 10.14 waktu Singapura dari posisi kemarin di USD57,12, penutupan tertinggi sejak 12 Desember 2014.
Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 34% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah turun 42% sepanjang tahun ini.
Sementara minyak brent di London berbasis ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Februari turun 33 sen menjadi USD61,36 per bare. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,62.
(rna)
Lihat Juga :