Pasokan di AS Meningkat, Harga Minyak Tergelincir
Kamis, 25 Desember 2014 - 14:06 WIB
Pasokan di AS Meningkat, Harga Minyak Tergelincir
A
A
A
NEW YORK - Minyak global tergelincir setelah data pemerintah menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah Amerika Serikat (AS) meningkat tertinggi dalam dua bulan.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,2% di New York, sementara Brent tergelincir 2,4% di London.
Data Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukkan, stok minyak naik 7,27 juta barel pada 19 Desember 2014 karena melonjaknya impor. Stok minyak mentah AS mencapai 387,2 juta barel, level tertinggi sejak Juni 2014. Sedangkan impor melonjak 17% menjadi 8,29 juta bph, terbesar sejak September 2013.
"Laporan ini memberikan kita gambaran yang sangat konsisten bahwa kita punya pasokan melampaui permintaan dan pasokan yang menumpuk. Ada terlalu banyak minyak mentah, menyebabkan kilang beroperasi pada tingkat tinggi," kata analis energi di Citi Futures Perspective Tim Evans seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (25/12/2014).
Kontrak berjangka (futures) kemarin naik setelah data Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) AS naik 5% pada kuartal III tahun ini, terbesar sejak 2003.
Minyak menuju penurunan tahunan terbesar sejak 2008 di tengah banjir pasokan global yang diperburuk dengan produksi minyak AS yang mengalami laju tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.
Akibatnya, harga turun sekitar 20% sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk mempertahankan batas atas produksi 30 juta barel per hari (bph) pada pertemuan di Wina, 27 November lalu.
WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari turun USD1,28 menjadi USD55,84 per barel. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sebesar 37% di bawah rata-rata 100-hari pada pukul 01.53 pagi di AS. WTI telah anjlok 43% sepanjang tahun ini.
Sementara minyak Brent di London berbasis ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Februari turun USD1,45 menjadi USD60,24 per barel. Semua volume diperdagangan sekitar 58% di bawah rata-rata 100 hari. Minyak mentah ini turun 46% sepanjang tahun ini.
Premi minyak acuan Eropa tersebut terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,40, turun dibanding sebelumnya sebesar USD4,57. Sementara pasar minyak di London dan New York ditutup lebih awal karena Natal dan akan ditutup penuh pada Kamis waktu setempat.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,2% di New York, sementara Brent tergelincir 2,4% di London.
Data Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukkan, stok minyak naik 7,27 juta barel pada 19 Desember 2014 karena melonjaknya impor. Stok minyak mentah AS mencapai 387,2 juta barel, level tertinggi sejak Juni 2014. Sedangkan impor melonjak 17% menjadi 8,29 juta bph, terbesar sejak September 2013.
"Laporan ini memberikan kita gambaran yang sangat konsisten bahwa kita punya pasokan melampaui permintaan dan pasokan yang menumpuk. Ada terlalu banyak minyak mentah, menyebabkan kilang beroperasi pada tingkat tinggi," kata analis energi di Citi Futures Perspective Tim Evans seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (25/12/2014).
Kontrak berjangka (futures) kemarin naik setelah data Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) AS naik 5% pada kuartal III tahun ini, terbesar sejak 2003.
Minyak menuju penurunan tahunan terbesar sejak 2008 di tengah banjir pasokan global yang diperburuk dengan produksi minyak AS yang mengalami laju tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.
Akibatnya, harga turun sekitar 20% sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk mempertahankan batas atas produksi 30 juta barel per hari (bph) pada pertemuan di Wina, 27 November lalu.
WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari turun USD1,28 menjadi USD55,84 per barel. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sebesar 37% di bawah rata-rata 100-hari pada pukul 01.53 pagi di AS. WTI telah anjlok 43% sepanjang tahun ini.
Sementara minyak Brent di London berbasis ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Februari turun USD1,45 menjadi USD60,24 per barel. Semua volume diperdagangan sekitar 58% di bawah rata-rata 100 hari. Minyak mentah ini turun 46% sepanjang tahun ini.
Premi minyak acuan Eropa tersebut terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,40, turun dibanding sebelumnya sebesar USD4,57. Sementara pasar minyak di London dan New York ditutup lebih awal karena Natal dan akan ditutup penuh pada Kamis waktu setempat.
(rna)
Lihat Juga :