Minyak Brent Diperdagangkan di Atas USD60/Barel

Jum'at, 26 Desember 2014 - 11:23 WIB
Minyak Brent Diperdagangkan...
Minyak Brent Diperdagangkan di Atas USD60/Barel
A A A
SINGAPURA - Minyak mentah jenis Brent diperdagangkan di atas USD60 per barel di London di tengah volatilitas tertinggi dalam lebih dari tiga tahun karena Arab Saudi sebagai eksportir minyak mentah terbesar di dunia memberikan kepercayaan pasar.

Direktur Ashmore Group Plc untuk Timir Tengah John Sfakianakis mengatakan, Arab Saudi yang memperkirakan minyak berada di harga USD80 per barel pada tahun depan, mengirimkan pesan bahwa pemerintah mengharapkan rebound harga.

Pemerintah Saudi memperkirakan harga minyak USD80 per barel pada tahun depan, turun dibanding tahun ini sebesar USD103 per barel. Minyak telah menyumbang 89% pendapatan negara tersebut.

Sementara Menteri Perminyakan Irak Adel Abdul Mahdi mengatakan bahwa harga minyak yang adil berada di kisaran USD70-USD80 per barel.

Berdasarkan data Bloomberg, volatilitas naik ke level tertinggi sejak Oktober 2011. Minyak Brent berjangka naik 0,6%, kenaikan kali kedua dalam tiga hari.

Minyak telah menurun 46% sepanjang tahun ini, dan menuju ke penurunan terbesar sejak 2008 setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menolak memangkas pasokan untuk mempertahankan pangsa pasar, di tengah kenaikan tertinggi produksi minyak di Amerika Serikat (AS) dalam lebih dari tiga dekade, sehingga menyebabkan banjir pasokan di dunia.

"Pasar berfluktuasi hari ini karena kurangnya likuiditas. Ketidakpastian masih membayangi pasar karena OPEC dan AS belum mengisyaratkan penurunan atau perlambatan produksi mereka," kata analis di Hyundai Futures Corp Will Yun seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (26/12/2014).

Minyak Brent di London ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Februari naik 38 sen menjadi USD60,62 per barel dan berada di USD60,37 pada pukul 10.15 waktu Singapura, naik dibanding 24 Desember 2014 sebesar USD60,24.

Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap West texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sebesar USD4,24. Brent telah turun 1,7% sepanjang pekan ini, penurunan mingguan kelima.

Sementara WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari naik 39 sen atau 0,7% ke USD56,23, naik dibanding posisi 24 Desember 2014 sebesar USD55,84. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 53% di bawah rata-rata 100 hari.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
10 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
35 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
59 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
1 jam yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
1 jam yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved