Citilink Gunakan Pinjaman Rp248 M untuk Ekspansi 2015
Sabtu, 27 Desember 2014 - 10:48 WIB
Citilink Gunakan Pinjaman Rp248 M untuk Ekspansi 2015
A
A
A
JAKARTA - Manajemen PT Citilink Indonesia akan menggunakan pinjaman baru dari induk perusahaan, Garuda Indonesia, sebesar USD20 juta atau sekitar Rp248 miliar (kurs Rp12.430/USD), untuk ekspansi bisnis sepanjang 2015.
“Pinjaman itu diperlukan guna memantapkan upaya Citilik menguasai pasar domestik dan merambah rute regional, sekaligus upaya antisipatif menghadapi ASEAN Open Sky 2015," ujar pelaksana tugas President & CEO Citilink Indonesia, Albert Burhan dalam siaran pers, Sabtu (27/12/2014).
"Lagipula selama semester pertama 2015 kita masih terus mendatangkan lima pesawat baru Airbus A320,” jelasnya.
Albert, yang sehari-hari menjabat direktur keuangan menjelaskan, dengan tambahan pesawat baru pada 2015 Citilink dapat meningkatkan frekuensi penerbangan sebesar 30% dibanding 2014. Saat ini, frekuensi penerbangan Citilink sudah mencapai 182 penerbangan sehari.
“Citilink berterima kasih kepada Garuda Indonesia yang terus memberikan kepercayaan untuk melakukan investasi sebagai upaya meningkatkan pangsa pasar," kata Albert.
Dia melanjutkan, Citilink telah membukukan laba sebesar USD3,8 juta pada Q3-2014, sedangkan untuk investasi atau ekspansi masih membutuhkan tambahan sumber dana eksternal.
Sebelumnya, Garuda Indonesia mengumumkan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan pinjaman baru kepada Citilink sebesar 20 juta dolar AS, dengan jangka waktu empat tahun.
Garuda juga melakukan reprofiling pembayaran pokok utang Citilink tahun-tahun sebelumnya ke Garuda Indonesia sebesar USD95 juta, dengan jadwal pembayaran yang lebih menyesuaikan rencana bisnis Citilink.
Hingga akhir 2014, jumlah armada Citilink mencapai 32 pesawat jenis Airbus A320 dengan melayani 39 rute penerbangan di 23 kota besar Indonesia, dengan 182 frekuensi penerbangan sehari.
Sementara rata-rata tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance-OTP) seluruh penerbangan Citilink hingga September 2014 mencapai 82,4%.
“Pinjaman itu diperlukan guna memantapkan upaya Citilik menguasai pasar domestik dan merambah rute regional, sekaligus upaya antisipatif menghadapi ASEAN Open Sky 2015," ujar pelaksana tugas President & CEO Citilink Indonesia, Albert Burhan dalam siaran pers, Sabtu (27/12/2014).
"Lagipula selama semester pertama 2015 kita masih terus mendatangkan lima pesawat baru Airbus A320,” jelasnya.
Albert, yang sehari-hari menjabat direktur keuangan menjelaskan, dengan tambahan pesawat baru pada 2015 Citilink dapat meningkatkan frekuensi penerbangan sebesar 30% dibanding 2014. Saat ini, frekuensi penerbangan Citilink sudah mencapai 182 penerbangan sehari.
“Citilink berterima kasih kepada Garuda Indonesia yang terus memberikan kepercayaan untuk melakukan investasi sebagai upaya meningkatkan pangsa pasar," kata Albert.
Dia melanjutkan, Citilink telah membukukan laba sebesar USD3,8 juta pada Q3-2014, sedangkan untuk investasi atau ekspansi masih membutuhkan tambahan sumber dana eksternal.
Sebelumnya, Garuda Indonesia mengumumkan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan pinjaman baru kepada Citilink sebesar 20 juta dolar AS, dengan jangka waktu empat tahun.
Garuda juga melakukan reprofiling pembayaran pokok utang Citilink tahun-tahun sebelumnya ke Garuda Indonesia sebesar USD95 juta, dengan jadwal pembayaran yang lebih menyesuaikan rencana bisnis Citilink.
Hingga akhir 2014, jumlah armada Citilink mencapai 32 pesawat jenis Airbus A320 dengan melayani 39 rute penerbangan di 23 kota besar Indonesia, dengan 182 frekuensi penerbangan sehari.
Sementara rata-rata tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance-OTP) seluruh penerbangan Citilink hingga September 2014 mencapai 82,4%.
(dmd)
Lihat Juga :