Dukung Pariwisata, Garuda Buka Dua Rute Baru
Sabtu, 27 Desember 2014 - 15:53 WIB
Dukung Pariwisata, Garuda Buka Dua Rute Baru
A
A
A
JAKARTA - Memasuki tahun 2015 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membuka rute baru ke dua destinasi wisata, Bali dan Sabang. Rencananya rute Beijing-Bali dimulai pada 13 Januari, sementara Medan- Sabang akan dibuka pada 1 Februari.
Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, setelah melakukan ekspansi rute penerbangan dalam beberapa tahun terakhir Garuda memutuskan untuk melakukan konsolidasi pada 2015. Latar belakangnya antara lain kondisi perseroan yang masih merugi ditambah kondisi eksternal global yang belum begitu baik.
“Kami mendeklarasi 2015 sebagai year of consolidation dari Garuda,” ujarnya saat ditemui KORAN SINDO di Jakarta barubaru ini. Menurut Arief, mengerem ekspansi bukan berarti mengurangi destinasi. Konsolidasi akan dilakukan dengan melakukan penyesuaian rute. Di beberapa titik yang dirasa sudah cukup frekuensi dan kapasitas tempat duduknya akan diadjust atau dipindahkan ke beberapa pasar prospektif, terutama China.
“Kita akan memperkuat Garuda di China. Makanya nanti ada rute baru Beijing- Denpasar mulai pertengahan Januari,” ungkapnya. Rute baru tersebut diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Negeri Tirai Bambu itu ke Indonesia.
Sebagai catatan, pada Oktober 2013 Kementerian Par iwisata dan Ekonomi Kreatif bersama China National Tourism Administration (CNTA) menandatangani nota kesepahaman, yang salah satu targetnya meningkatkan kunjungan atau pergerakan turis di antara kedua negara sebanyak 2 juta turis pada 2015. Arif melihat pada 2015 sektor pariwisata tetap prospektif.
Terkait depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar AS, kemungkinan memang sedikit mempengaruhi perjalanan orang Indonesia ke luar negeri. Adapun turis asing yang akan ke Indonesia seharusnya memang diuntungkan dengan kondisi ini. “Tapi kita lihat beberapa negara sumber pasar wisatawan mancanegara kita juga mata uangnya terdepresiasi terhadap dolar AS,” ujarnya.
Arif menambahkan, kendati sejumlah negara di Eropa seperti Jerman dan Rusia merupakan pasar wisatawan bagi Indonesia, pihaknya belum berencana menambah rute penerbangan dari sana. Sehingga, akses ke negara-negara Eropa praktis mengandalkan rute Jakarta-Amsterdam atau memanfaatkan mitra maskapai anggota Sky Team.
“Kami paham Eropa basisnya turis, tapi kita prioritasnya Asia dulu,” sebutnya. Untuk menunjang wisata domestik, Garuda segera membuka rute Medan-Sabang pada Februari. Sejumlah penerbangan ke destinasi wisata di timur Indonesia juga akan diperkuat. Sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang pada 2019.
Untuk mencapai target itu, salah satu faktor kuncinya adalah penerbangan langsung dari negara asal mereka. “Untuk penerbangan ini memang kita harapkan prioritasnya Garuda. Namun, dalam hal Garuda belum bisa, kita bisa bekerja sama dengan pihak yang bisa juga atas nama Garuda, yaitu melalui sistem share code ,” ujarnya. Arief yakin soal pasokan atau ketersediaan penerbangan. “Begitu ada demand (permintaan) dengan sendirinya supply (penawaran) akan ada,” jaminnya.
Inda Susanti
Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, setelah melakukan ekspansi rute penerbangan dalam beberapa tahun terakhir Garuda memutuskan untuk melakukan konsolidasi pada 2015. Latar belakangnya antara lain kondisi perseroan yang masih merugi ditambah kondisi eksternal global yang belum begitu baik.
“Kami mendeklarasi 2015 sebagai year of consolidation dari Garuda,” ujarnya saat ditemui KORAN SINDO di Jakarta barubaru ini. Menurut Arief, mengerem ekspansi bukan berarti mengurangi destinasi. Konsolidasi akan dilakukan dengan melakukan penyesuaian rute. Di beberapa titik yang dirasa sudah cukup frekuensi dan kapasitas tempat duduknya akan diadjust atau dipindahkan ke beberapa pasar prospektif, terutama China.
“Kita akan memperkuat Garuda di China. Makanya nanti ada rute baru Beijing- Denpasar mulai pertengahan Januari,” ungkapnya. Rute baru tersebut diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Negeri Tirai Bambu itu ke Indonesia.
Sebagai catatan, pada Oktober 2013 Kementerian Par iwisata dan Ekonomi Kreatif bersama China National Tourism Administration (CNTA) menandatangani nota kesepahaman, yang salah satu targetnya meningkatkan kunjungan atau pergerakan turis di antara kedua negara sebanyak 2 juta turis pada 2015. Arif melihat pada 2015 sektor pariwisata tetap prospektif.
Terkait depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar AS, kemungkinan memang sedikit mempengaruhi perjalanan orang Indonesia ke luar negeri. Adapun turis asing yang akan ke Indonesia seharusnya memang diuntungkan dengan kondisi ini. “Tapi kita lihat beberapa negara sumber pasar wisatawan mancanegara kita juga mata uangnya terdepresiasi terhadap dolar AS,” ujarnya.
Arif menambahkan, kendati sejumlah negara di Eropa seperti Jerman dan Rusia merupakan pasar wisatawan bagi Indonesia, pihaknya belum berencana menambah rute penerbangan dari sana. Sehingga, akses ke negara-negara Eropa praktis mengandalkan rute Jakarta-Amsterdam atau memanfaatkan mitra maskapai anggota Sky Team.
“Kami paham Eropa basisnya turis, tapi kita prioritasnya Asia dulu,” sebutnya. Untuk menunjang wisata domestik, Garuda segera membuka rute Medan-Sabang pada Februari. Sejumlah penerbangan ke destinasi wisata di timur Indonesia juga akan diperkuat. Sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang pada 2019.
Untuk mencapai target itu, salah satu faktor kuncinya adalah penerbangan langsung dari negara asal mereka. “Untuk penerbangan ini memang kita harapkan prioritasnya Garuda. Namun, dalam hal Garuda belum bisa, kita bisa bekerja sama dengan pihak yang bisa juga atas nama Garuda, yaitu melalui sistem share code ,” ujarnya. Arief yakin soal pasokan atau ketersediaan penerbangan. “Begitu ada demand (permintaan) dengan sendirinya supply (penawaran) akan ada,” jaminnya.
Inda Susanti
(bbg)