Minyak Naik di Tengah Spekulasi Produksi Libya Terganggu

Senin, 29 Desember 2014 - 09:48 WIB
Minyak Naik di Tengah...
Minyak Naik di Tengah Spekulasi Produksi Libya Terganggu
A A A
SEOUL - Harga minyak mentah global naik untuk kali pertama dalam tiga hari menyusul kebakaran tangki penyimpanan minyak terbesar di Libya. Hal ini mendorong spekulasi bahwa produksi dari Libya akan terganggu.

Juru bicara Petroleum Facilities Guard Ali al-Hasy mengatakan, angin dari selatan mengancam meluasnya kobaran api di tangki di pelabuhan Es Sider Libya. Api telah membakar tiga dari lima fasilitas, yang menyimpan 6,2 juta barel minyak, atau empat kali kapasitas produksi harian negara itu.

Data yang dikumpulkan Bloomberg menunjukkan, produksi minyak Libya mencapai 580 ribu barel per hari (bph) pada bulan November, turun dari posisi akhir 2010 sebanyak 1,59 juta bph.

Minyak menuju penurunan tahunan terbesar sejak 2008 karena anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menolak pemangkasan pasokan untuk mempertahankan pangsa pasar dan Amerika Serikat (AS) memproduksi minyak pada tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.

"Jelas potensi gangguan pasokan bisa konstruktif terhadap harga minyak," kata ahli strategi utama di CMC Markets Michael McCarthy seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (29/12/2014).

Kendati demikian, menurut dia, semua orang sudah tahu tentang hal ini selama lebih dari sepekan dan pasar tampaknya mengabaikannya. Jadi, hanya sementara mendorong harga minyak lebih tinggi, namun kecelakaan itu bukan menjadi pendorong utama kenaikan harga.

Minyak Brent berjangka naik 1,6% di London setelah meluncur 3,1% pada pekan lalu. Brent di London ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Februari naik sebanyak 95 sen menjadi USD60,40 per barel, dan berada di USD59,85 pada pukul 08.56 pagi waktu Singapura.

Brent turun 79 sen, atau 1,3% menjadi ditutup pada USD59,45 pada 26 Desember 2014. Harga telah turun 46% sepanjang tahun ini.

Sementara West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari bertambah 63 sen, atau 1,2% ke USD55,36 per barel. Kontrak turun 2% menjadi USD54,73 pada hari Jumat.

Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 5% di bawah rata-rata 100-hari. Premi minyak mentah patokan AS ini terhadap Brent diperdagangkan sebesar USD4,47, dibandingkan akhir pekan lalu USD4,72.

Libya berada dalam perang saudara sejak 2011, ketika diktator Muammar Qaddafi tewas setelah memerintah selama 42 tahun. Kebakaran di Es Sider terjadi pada 25 Desember 2014 setelah kelompok militan Libya mencoba merebut kilang minyak tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
2 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
2 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
3 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
3 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
4 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved