USD Menguat, Emas Terkoreksi Tajam dalam Sepekan

Selasa, 30 Desember 2014 - 09:41 WIB
USD Menguat, Emas Terkoreksi...
USD Menguat, Emas Terkoreksi Tajam dalam Sepekan
A A A
SINGAPURA - Emas global mengalami koreksi tajam dalam sepekan karena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD), sehingga membatasi permintaan logam mulia dan menempatkan harga di jalur kerugian kuartalan kedua.

USD diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam lebih dari lima tahun seiring ekspektasi Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga pada tahun depan.

Mata uang AS tersebut terhadap euro berada di dekat level tertinggi dua tahun di tengah kekhawatiran bahwa pemilihan awal di Yunani beresiko akan menunda kesepakatan bailout dari negara Eropa. Sementara kepemilikan aset di SPDR Gold Trust diadakan di posisi terendah enam tahun.

"Penguatan USD akan bertahan dan yang akan membebani emas. Harga emas bisa jatuh lebih lanjut tahun depan karena kurangnya permintaan," kata Kepala Riset di Wing Fung Financial Group Mark To seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (30/12/2014).

Emas untuk pengiriman segera turun 0,2% menjadi USD1.181,05 dan berada di USD1.182,72 per ons pada pukul 08.21 pagi di Singapura. Logam ini turun 1,1% kemarin, terbesar sejak 22 Desember 2014.

Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari sedikit berubah menjadi USD1.182,20 per ons dari sebelumnya USD1.181,90. Semua volume perdagangan berjangka sebesar 76% di bawah rata-rata 100 hari.

Sementara perak untuk pengiriman segera susut sebanyak 0,3% menjadi USD15,7598 per ons dan diperdagangkan pada USD15,7914. Logam ini turun 1,6% kemarin, terbesar dalam sepekan dan menuju penurunan kuartalan kedua.

Spot platinum naik 0,3% menjadi USD1.204,25 per ons, rebound dari penurunan kemarin sebesar 1,3% dan palladium diperdagangkan pada USD809,95 per ons dari USD810,25 kemarin dan berada di jalur untuk kenaikan kuartalan ketiga tahun ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Harga Emas Masih Bertengger...
Harga Emas Masih Bertengger di Rp932 Ribu per Gram
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
22 menit yang lalu
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
33 menit yang lalu
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
45 menit yang lalu
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
1 jam yang lalu
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
1 jam yang lalu
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved