Wijaya Karya Berencana Bangun Properti di Surabaya

Rabu, 31 Desember 2014 - 10:02 WIB
Wijaya Karya Berencana...
Wijaya Karya Berencana Bangun Properti di Surabaya
A A A
JAKARTA - PT Wijaya Karya (persero) Tbk (WIKA) melakukan pembelian aset tetap berupa tanah dan bangunan di Surabaya, Jawa Timur senilai Rp86,01 miliar.

Direktur Utama WIKA Realty Budi Saddewa Soediro mengatakan, tanah tersebut sebelumnya berupa pabrik milik PT Boma Bisma Indra (persero). Aset dengan luas total 10.825 m2 ini berlokasi di Jalan Ngagel No 155-157, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.

“Peruntukan dari aset tersebut akan digunakan untuk keperluan pengembangan properti WIKA Group. Di lokasi tersebut akan dibangun tiga tower bangunan tinggi, satu tower untuk kondotel, dan dua tower untuk apartemen,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Dia mengungkapkan, transaksi afiliasi antara WIKA dan Boma Bisma Indra dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Eva Fitri Sagitarina SH di Surabaya pada 24 Desember 2014, sebagaimana tercantum dalam Akta Jual Beli No 47/2014 dan Akta Jual beli No 48/2014.

Menurut dia, transaksi afiliasi pembelian tanah dan bangunan tersebut juga telah dilaporkan kepada ketua Otoritas Jasa keuangan Republik Indonesia (OJK-RI) melalui Surat Edaran SEKPER No. SE.01.01/A.SEKPER.11486/2 014 tanggal 30 Desember 2014 tentang Keterbukaan Informasi Transaksi Afiliasi dalam rangka pembelian tanah dan bangunan milik Boma Bisma Indra oleh WIKA.

Corporate Secretary Wijaya Karya Suradi menjelaskan, dalam menghadapi tahun 2015 yang dicanangkan pemerintah sebagai tahun Infrastruktur dan pasar bebas ASEAN Economic Community (MEA), WIKA tetap fokus dan selektif pada perolehan proyek-proyek luar negeri termasuk pasar negaranegara berkembang. Saat ini emiten konstruksi pelat merah tersebut telah eksis di beberapa proyek luar negeri di Aljazair, Timor Leste, Myanmar, dan Kuching Malaysia.

“Kontribusi proyek-proyek luar negeri dapat memberikan margin yang lebih tinggi daripada di dalam negeri, di samping dapat memberikan nilai tambah bagi peningkatan keahlian dan pengalaman sumber daya manusia WIKA,” ujar dia.

Terkait program 35.000 (MW) yang akan ditenderkan pemerintah di tahun 2015, kata dia, WIKA akan berperan aktif menyukseskan program pemerintah tersebut melalui investasi di bidang powerplant .

“Saat ini WIKA memiliki investasi powerplant sebesar 200 MW. Di tahun 2015, WIKA ditargetkan akan tumbuh di atas 20% dibandingkan capaian kinerja di tahun 2014,” imbuhnya.

Heru febrianto
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
8 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
20 menit yang lalu
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
48 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
1 jam yang lalu
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved