Malaysia Janji Percepat Liberalisasi Pasar Perbankan
Rabu, 31 Desember 2014 - 13:52 WIB
Malaysia Janji Percepat Liberalisasi Pasar Perbankan
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Nasional Malaysia Tan Sri Dr Zeti Akhtar mengatakan, Head of Agreement dalam kerangka ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) antara Indonesia dan Malaysia saling menguntungkan.
Menurutnya, hal tersebut akan semakin menguatkan perdagangan biateral, investasi lintas negara (cross border investment) dan percepatan liberalisasi pasar perbankan.
"Ini akan berkontribusi pada pertumbuhan yang saling menguntungkan," ucapnya saat penandatanganan Head of Agreement di Gedung BI, Jakarta, Rabu (31/12/2014).
Dia menegaskan, bahwa penandatanganan ini merupakan langkah positif untuk mempercepat proses bilateral dalam kerangka ABIF dan ke depan, Malaysia berharap bisa mengembangkan kerja sama bilateral serupa dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Tidak hanya sebagai integration financial, Head of Agreement ini juga akan menjadi terobosan bagi penghapusan jarak (gap) antara negara-negara ASEAN terkait akses tehadap pasar.
"Kami akan percepat liberalisasi ke semua negara. Kami telah melakukan liberalisasi perlahan-lahan sejak dua tahun lalu. Demi penghapusan gap, maka semua negara ASEAN akan segera terlibat dalam perjanjian ini," tandasnya.
(Baca: RI Sukses Bujuk Malaysia Buka Pasar Perbankan)
Menurutnya, hal tersebut akan semakin menguatkan perdagangan biateral, investasi lintas negara (cross border investment) dan percepatan liberalisasi pasar perbankan.
"Ini akan berkontribusi pada pertumbuhan yang saling menguntungkan," ucapnya saat penandatanganan Head of Agreement di Gedung BI, Jakarta, Rabu (31/12/2014).
Dia menegaskan, bahwa penandatanganan ini merupakan langkah positif untuk mempercepat proses bilateral dalam kerangka ABIF dan ke depan, Malaysia berharap bisa mengembangkan kerja sama bilateral serupa dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Tidak hanya sebagai integration financial, Head of Agreement ini juga akan menjadi terobosan bagi penghapusan jarak (gap) antara negara-negara ASEAN terkait akses tehadap pasar.
"Kami akan percepat liberalisasi ke semua negara. Kami telah melakukan liberalisasi perlahan-lahan sejak dua tahun lalu. Demi penghapusan gap, maka semua negara ASEAN akan segera terlibat dalam perjanjian ini," tandasnya.
(Baca: RI Sukses Bujuk Malaysia Buka Pasar Perbankan)
(izz)
Lihat Juga :