Optimalkan Devisa, Pemerintah Wajibkan L/C Ekspor

Kamis, 01 Januari 2015 - 10:54 WIB
Optimalkan Devisa, Pemerintah...
Optimalkan Devisa, Pemerintah Wajibkan L/C Ekspor
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan mengoptimalkan devisa dari ekspor dengan cara menerapkan mekanisme L/C (letter of credit ) terhadap kegiatan ekspor. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan, pemerintah harus mengontrol semua ekspor sehingga bisa diketahui berapa persisnya potensi devisa yang bisa didapat dari kegiatan ekspor.

Terkait mekanisme L/C untuk ekspor, menurut Rachmat, pemerintah kini sedang melakukan finalisasi. “Nantinya itu (L/C ekspor) akan diwajibkan untuk sejumlah komoditas ekspor seperti mineral atau bahan tambang dan CPO (minyak sawit mentah),” ujarnya di Jakarta baru-baru ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyayangkan negara sebesar Indonesia hanya memiliki cadangan devisa sekitar USD100- an miliar. Menurutnya, salah satu penyebab minimnya devisa atau pemasukan negara adalah perilaku ekspor yang tidak terkontrol dengan baik.

“Persepsi eksportir itu kalau kapal antre mengangkut batu bara, sawit dan sebagainya, ke luar itu dianggap sukses. Padahal bagi pemerintah, yang dianggap sukses itu kalau devisa masuk. Oleh karena itu, dua-duanya kita kejar,” ujarnya. Menurut JK, pemerintah memberi keleluasaan pengusaha untuk mengekspor, namun sebagai timbal baliknya harus ada devisa yang masuk.

Inilah yang mendasari pemerintah menerapkan kebijakan L/C untuk ekspor. JK menilai instrumen kebijakan L/C juga akan mendisiplinkan kegiatan perdagangan. “Kalau perdagangan kita baik, pemasukan pajak (dari perdagangan) juga akan lebih baik lagi, sehingga bertambah baik anggaran kita ke depan yang dibutuhkan untuk pembangunan,” tandasnya.

Sebagaimana dikutip dari laman www.kemendag.go.id , L/C adalah jaminan dari bank penerbit kepada eksportir sesuai dengan instruksi dari importir untuk melakukan pembayaran sejumlah tertentu, dengan jangka waktu tertentu atas dasar penyerahan dokumen yang diminta importir.

Inda susanti
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
37 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
46 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved