BI Optimis Inflasi 2015 Lebih Rendah
Kamis, 01 Januari 2015 - 17:49 WIB
BI Optimis Inflasi 2015 Lebih Rendah
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengklaim bahwa inflasi 2015 akan relatif lebih stabil dan rendah seiring kebijakan pemerintah menurukan harga premium menjadi Rp7.600 per liter.
"Kalau seandaninya pemerintah mengambil kebijakan ini, itu adalah awal dari pengendalian inflasi yang lebih efektif karena jatah yang dialokasikan untuk subsidi itu akan fix tidak akan terganggu oleh naik turunnya harga minyak dunia," kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Rabu (31/12/2014).
Sementara yang lainnya, dapat digunakan untuk kegiatan produktif termasuk bantuan sosial langsung kepada yang memerlukan.
Jadi, lanjut dia, kalau Indonesia di akhir 2014 dalam dua bulan terakhir mengeluarkan dua kali kebijakan untuk pengelolaan energi dengn lebih baik itu adalah sesuatu yang disambut baik.
"Tinggal nanti eksekusinya harus konsisten dan kemudian ada tantangan lain yakni pengendalian pangan, membangun modal dasar utama pembangunan seperti infrastruktur, SDM, mengelola izin-izin secara efisien," tuturnya.
Selain itu, BI juga akan menunggu kebijakan seperti menggunakan energi alternatif, energi terbarukan dan konversi dari sistem energi tradisional ke sistem energi modern dan lebih ramah lingkungan.
"Kalau seandaninya pemerintah mengambil kebijakan ini, itu adalah awal dari pengendalian inflasi yang lebih efektif karena jatah yang dialokasikan untuk subsidi itu akan fix tidak akan terganggu oleh naik turunnya harga minyak dunia," kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Rabu (31/12/2014).
Sementara yang lainnya, dapat digunakan untuk kegiatan produktif termasuk bantuan sosial langsung kepada yang memerlukan.
Jadi, lanjut dia, kalau Indonesia di akhir 2014 dalam dua bulan terakhir mengeluarkan dua kali kebijakan untuk pengelolaan energi dengn lebih baik itu adalah sesuatu yang disambut baik.
"Tinggal nanti eksekusinya harus konsisten dan kemudian ada tantangan lain yakni pengendalian pangan, membangun modal dasar utama pembangunan seperti infrastruktur, SDM, mengelola izin-izin secara efisien," tuturnya.
Selain itu, BI juga akan menunggu kebijakan seperti menggunakan energi alternatif, energi terbarukan dan konversi dari sistem energi tradisional ke sistem energi modern dan lebih ramah lingkungan.
(izz)
Lihat Juga :