YLKI: Dampak Penurunan Harga BBM Tak Signifikan
Sabtu, 03 Januari 2015 - 11:54 WIB
YLKI: Dampak Penurunan Harga BBM Tak Signifikan
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menganggap dampak penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi baru-baru ini, tidak berdampak signifikan terhadap konsumen.
Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, selisih harga BBM yang baru dan yang sebelumnya hanya sedikit, sehingga konsumen tidak terlalu merasakan dampaknya.
"Kalau saya lihat turunnya itu enggak signifikan dampaknya terhadap konsumen. Jadi, misalnya kalau motor beli Rp20 ribu, yang tadinya kalau Rp8.500 dapatnya 2,6 liter, sekarang Rp20 ribu hanya 2,3 liter," ujarnya kepada Sindonews, Sabtu (3/1/2015).
Menurutnya, penurunan harga BBM subsidi tersebut lebih kepada aspek politis dan pencitraan pemerintah semata. Sebab, pemerintah sebelumnya sudah terlanjur menaikkan harga BBM, padahal harga minyak dunia sedang anjlok.
"Jadi hanya selisih sedikit, enggak signifikan dampaknya. Saya kira lebih ke aspek politis ya penurunan itu," kata dia.
Seperti diketahui, pemerintah beberapa hari lalu telah merevisi harga BBM subsidi jenis premium menjadi Rp7.600 per liter, dari sebelumnya Rp8.500 per liter.
Sementara harga solar menjadi Rp7.250 per liter, dari sebelumnya Rp7.500 per liter. Penurunan ini mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kurs.
Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, selisih harga BBM yang baru dan yang sebelumnya hanya sedikit, sehingga konsumen tidak terlalu merasakan dampaknya.
"Kalau saya lihat turunnya itu enggak signifikan dampaknya terhadap konsumen. Jadi, misalnya kalau motor beli Rp20 ribu, yang tadinya kalau Rp8.500 dapatnya 2,6 liter, sekarang Rp20 ribu hanya 2,3 liter," ujarnya kepada Sindonews, Sabtu (3/1/2015).
Menurutnya, penurunan harga BBM subsidi tersebut lebih kepada aspek politis dan pencitraan pemerintah semata. Sebab, pemerintah sebelumnya sudah terlanjur menaikkan harga BBM, padahal harga minyak dunia sedang anjlok.
"Jadi hanya selisih sedikit, enggak signifikan dampaknya. Saya kira lebih ke aspek politis ya penurunan itu," kata dia.
Seperti diketahui, pemerintah beberapa hari lalu telah merevisi harga BBM subsidi jenis premium menjadi Rp7.600 per liter, dari sebelumnya Rp8.500 per liter.
Sementara harga solar menjadi Rp7.250 per liter, dari sebelumnya Rp7.500 per liter. Penurunan ini mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kurs.
(izz)
Lihat Juga :