Ichsanuddin Ragukan Pernyataan Wapres Terkait Pelemahan Rupiah

Minggu, 04 Januari 2015 - 16:10 WIB
Ichsanuddin Ragukan...
Ichsanuddin Ragukan Pernyataan Wapres Terkait Pelemahan Rupiah
A A A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengatakan nilai impor Indonesia mengalami penurunan. Hal ini karena nilai rupiah sedang dalam posisi tertekan oleh USD (dollar Amerika).

Selain itu, dia meragukan di sisi lain nilai ekspor justru meningkat pada saat rupiah mengalami pelemahan.

"Ekspornya tinggi saat nilai rupiah jatuh? Ekspor mana yang tinggi? hanya komoditas tertentu saja. Mana bisa padahal ketergantungan impornya juga tinggi. Itu yang saya bilang logika Jusuf Kalla (JK) itu menyesatkan, ketika dia bilang ekspor naik saat rupiah jatuh, ekspor mana yang menguntungkan?" ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (4/1/2015).

Dia juga menjelaskan ada beberapa hal yang menyebabkan nilai tukar rupiah masih belum menguat secara signifikan.

"Bagi pasar tidak ada kebijakan yang bisa dipegang, arahnya tidak ada, tidak ada konsolidasi yang rapi antar menteri. Satu kondisi yang uncertainty, kebijakan bunglon saya bilangnya," katanya.

Selain itu dia menambahkan adanya perbedaan antara inflasi dan suku bunga Bank.

"Inflasi kita masih lebih tinggi dari suku bunga sehingga nilai tukar kita jatuh. Perbedaan itu jadi kalau dilihat dari perbedaan inflasi dan suku bunga yang lebih rendah, nilai rupiah jatuh maka orang tidak mau nurunin harga," pungkasnya.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Menkum Usulkan Amnesti...
Menkum Usulkan Amnesti 44.000 Napi Kasus ITE hingga Terkait Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved