Penurunan Harga BBM, Diharapkan Mampu Tekan Inflasi
Minggu, 04 Januari 2015 - 17:22 WIB
Penurunan Harga BBM, Diharapkan Mampu Tekan Inflasi
A
A
A
SEMARANG - Bank Indonesia Wilayah Jateng memprediksi, Inflasi Januari untuk kelompok barang yang diatur pemerintah (administered prices) diperkirakan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, akibat dampak dari kebijakan pemerintah terkait dengan penurunan harga BBM.
Tidak hanya kelompok barang yang diatur pemerintah, BI juga memperkirakan, inflasi untuk kelompok pangan juga akan mengalami penurunan, sejalan dengan adanya tambahan pasokan yang diusahakan pemerintah.
“Dari sisi permintaan atau inflasi inti, ekspektasi inflasi masyarakat juga diperkirakan menurun, sebagai respon dari turunnya harga BBM,” kata Deputi Kepala BI Wilayah Jateng Marlison Hakim, Minggu (4/1/2015).
Namun demikian kata Dia, beberapa risiko inflasi masih harus dicermati seperti kenaikan tarif listrik, kenaikan harga elpiji, dan faktor musiman. “Resiko inflasi masih tetap ada oleh karena itu tetap perlu dicermati,” katanya.
Dalam rangka menjaga inflasi, Bank Indonesia akan memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu pada Desember lalu, di Jawa Tengah terjadi inflasi sebesar 2,25% (mtm), atau 8,22 (yoy). Meningkat tajam dari inflasi November sebesar 1,36% (mtm). Angka ini juga jauh di atas inflasi periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 0,25% (mtm), maupun rata-rata historis berkisar antara 0,2-0,4% (mtm).
Marlison mengatakan, kenaikan inflasi Desember lebih disebabkan oleh peningkatan inflasi kelompok barang yang diatur pemerintah dan inflasi kelompok pangan.”Pada bulan Desember, inflasi administered prices tercatat sebesar 4,62% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,57% (mtm),” imbuhnya.
Senada dengan BI, BPS Jateng pun mencatat, inflasi di Jateng sebesar 2,25 Persen akibat kenaikan harga BBM.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari, mengatakan, kenaikan harga BBM berdampak pada kenaikan harga di hampir semua sektor ekonomi salah satunya hasil pertanian.”Salah satu komoditi yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi adalah cabai. Harga cabai memberikan kontribusi besar terhadap Inflasi di Jateng,” ujarnya.
Pihaknya berharap, pada bulan ini kondisi cuaca tetap dalam batas wajar sehingga tidak berpengaruh terhadap musim tanam para petani. Pasalnya jika kondisi cuaca kurang baik, dan menggangu musim tanam petani akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap inflasi.
Tidak hanya kelompok barang yang diatur pemerintah, BI juga memperkirakan, inflasi untuk kelompok pangan juga akan mengalami penurunan, sejalan dengan adanya tambahan pasokan yang diusahakan pemerintah.
“Dari sisi permintaan atau inflasi inti, ekspektasi inflasi masyarakat juga diperkirakan menurun, sebagai respon dari turunnya harga BBM,” kata Deputi Kepala BI Wilayah Jateng Marlison Hakim, Minggu (4/1/2015).
Namun demikian kata Dia, beberapa risiko inflasi masih harus dicermati seperti kenaikan tarif listrik, kenaikan harga elpiji, dan faktor musiman. “Resiko inflasi masih tetap ada oleh karena itu tetap perlu dicermati,” katanya.
Dalam rangka menjaga inflasi, Bank Indonesia akan memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu pada Desember lalu, di Jawa Tengah terjadi inflasi sebesar 2,25% (mtm), atau 8,22 (yoy). Meningkat tajam dari inflasi November sebesar 1,36% (mtm). Angka ini juga jauh di atas inflasi periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 0,25% (mtm), maupun rata-rata historis berkisar antara 0,2-0,4% (mtm).
Marlison mengatakan, kenaikan inflasi Desember lebih disebabkan oleh peningkatan inflasi kelompok barang yang diatur pemerintah dan inflasi kelompok pangan.”Pada bulan Desember, inflasi administered prices tercatat sebesar 4,62% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,57% (mtm),” imbuhnya.
Senada dengan BI, BPS Jateng pun mencatat, inflasi di Jateng sebesar 2,25 Persen akibat kenaikan harga BBM.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari, mengatakan, kenaikan harga BBM berdampak pada kenaikan harga di hampir semua sektor ekonomi salah satunya hasil pertanian.”Salah satu komoditi yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi adalah cabai. Harga cabai memberikan kontribusi besar terhadap Inflasi di Jateng,” ujarnya.
Pihaknya berharap, pada bulan ini kondisi cuaca tetap dalam batas wajar sehingga tidak berpengaruh terhadap musim tanam para petani. Pasalnya jika kondisi cuaca kurang baik, dan menggangu musim tanam petani akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap inflasi.
(dol)
Lihat Juga :