Analis Perkirakan Inflasi Januari di Bawah 2%
Senin, 05 Januari 2015 - 06:06 WIB
Analis Perkirakan Inflasi Januari di Bawah 2%
A
A
A
JAKARTA - Analis Samuel Sekuritas, Lana memperkirakan inflasi pada Januari berada di bawah 2%, menyusul turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah pada awal tahun.
"Ekspektasi ke depan akan turun, menyusul diturunkannya harga BBM oleh pemerintah," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (4/1/2015).
Terkait inflasi pada Desember sebesar 2,46%, tertinggi secara month to month, Lana sudah menduganya lantaran efek psikologis kenaikan harga BBM menjadi Rp8.500 per liter atau lebih dari 30%.
"Sudah diduga akan tertinggi, sekitar 8,36% dibanding setahun lalu, saya harap tahun depan inflasi tertinggi akan di bawah 8%," katanya.
Dia juga melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa meningkat dari posisi pembukaan perdagangan yang sempat naik 14 poin ke level 5.240,78, sepanjang BI rate terjaga di level 7,75%.
"Sepanjang BI rate enggak naik dan harga minyak dunia enggak turun di bawah USD50 per barel, IHSG masih bisa naik lagi bulan ini," jelasnya.
"Ekspektasi ke depan akan turun, menyusul diturunkannya harga BBM oleh pemerintah," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (4/1/2015).
Terkait inflasi pada Desember sebesar 2,46%, tertinggi secara month to month, Lana sudah menduganya lantaran efek psikologis kenaikan harga BBM menjadi Rp8.500 per liter atau lebih dari 30%.
"Sudah diduga akan tertinggi, sekitar 8,36% dibanding setahun lalu, saya harap tahun depan inflasi tertinggi akan di bawah 8%," katanya.
Dia juga melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa meningkat dari posisi pembukaan perdagangan yang sempat naik 14 poin ke level 5.240,78, sepanjang BI rate terjaga di level 7,75%.
"Sepanjang BI rate enggak naik dan harga minyak dunia enggak turun di bawah USD50 per barel, IHSG masih bisa naik lagi bulan ini," jelasnya.
(dmd)
Lihat Juga :