Ekonom: Tak Ada Perbaikan Sistemik Perdagangan Sejak SBY

Senin, 05 Januari 2015 - 08:21 WIB
Ekonom: Tak Ada Perbaikan...
Ekonom: Tak Ada Perbaikan Sistemik Perdagangan Sejak SBY
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengungkapkan, perdagangan di Indonesia belum memiliki sistem terstruktur.

Dia mengatakan, dari pemerintahan sebelumnya hingga sekarang belum ada perubahan di sektor perdagangan.

"Dalam konstruksi yang diterapkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo (Jokowi) tidak terjadi perbaikan sistemik struktural dari Sumber Daya Alam (SDA), produksi distribusi, dan konsumsi," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (4/1/2015).

Dia menjelaskan, bahwa Kementerian Perdagangan hanya bersifat regulator, tidak bisa mengatur keseluruhan sektor tersebut.

"Menteri Perdagangan (Mendag) hanya melakukan regulasi. Yang penting, soal bagaimana secara sistemik struktural negara memperhatikan secara signifikan antara hubungan SDA, produksi, distribusi, dan konsumsi tersebut," jelas Ichsanuddin.

Dengan tidak adanya kebijakan sistemik tersebut menjadikan Indonesia menjadi ladang emas bagi negara lain.

"Makanya empuk sekali didikte, sehingga kita menjadi ladang emas seperti oleh negara OECD. Pas zaman SBY sampai sekarang sama saja tidak ada perubahan. Ini ngomongnya ngawur tentang revolusi mental dan trisakti, karena tidak ada perbaikan sistemik struktural," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Perdagangan Dunia Tahun...
Perdagangan Dunia Tahun Ini Mengalami Perlambatan 10,4%
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved