Realisasi Subsidi Energi di APBNP 2014 Hanya 97,6%
Senin, 05 Januari 2015 - 18:28 WIB
Realisasi Subsidi Energi di APBNP 2014 Hanya 97,6%
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi anggaran subsidi sektor energi tahun lalu hanya 97,6% atau masih di bawah pagu Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2014.
Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro mengemukakan, dalam APBNP 2014 subsidi energi ditargetkan Rp350,3 triliun. Sementara untuk realisasi subsidi energi hingga Desember 2014, hanya mencapai Rp341,8 triliun atau 97,6% dari target.
"Pada Subsidi BBM ini, kita lihat juga tidak melampui target sebesar Rp240 triliun dari asumsi APBNP 2014, yang sebesar Rp246,5 triliun," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (5/1/2015).
Dia mengklaim, kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dilakukan pemerintah pada November 2014 lalu yang membuat anggaran subsidi tidak terlampaui dari asumsi.
"Selain itu, ada pembayaran carry over Pertamina dari subsidi BBM juga turun dari Rp46 triliun menjadi Rp33 triliun," sebutnya.
Sementara untuk subsidi listrik, lanjut dia, realisasi hingga 31 Desember 2014 mencapai Rp101,8 triliun atau 98,1% dari APBNP 2014. Angka tersebut lebih rendah dari asumsi APBNP 2014 sebesar Rp103,8 triliun.
"Memang dua subsidi ini yang menggerus sekali anggaran kita," tandas Bambang.
Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro mengemukakan, dalam APBNP 2014 subsidi energi ditargetkan Rp350,3 triliun. Sementara untuk realisasi subsidi energi hingga Desember 2014, hanya mencapai Rp341,8 triliun atau 97,6% dari target.
"Pada Subsidi BBM ini, kita lihat juga tidak melampui target sebesar Rp240 triliun dari asumsi APBNP 2014, yang sebesar Rp246,5 triliun," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (5/1/2015).
Dia mengklaim, kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dilakukan pemerintah pada November 2014 lalu yang membuat anggaran subsidi tidak terlampaui dari asumsi.
"Selain itu, ada pembayaran carry over Pertamina dari subsidi BBM juga turun dari Rp46 triliun menjadi Rp33 triliun," sebutnya.
Sementara untuk subsidi listrik, lanjut dia, realisasi hingga 31 Desember 2014 mencapai Rp101,8 triliun atau 98,1% dari APBNP 2014. Angka tersebut lebih rendah dari asumsi APBNP 2014 sebesar Rp103,8 triliun.
"Memang dua subsidi ini yang menggerus sekali anggaran kita," tandas Bambang.
(izz)
Lihat Juga :