Emas Dekati Level Tertinggi Tiga Pekan
Rabu, 07 Januari 2015 - 09:34 WIB
Emas Dekati Level Tertinggi Tiga Pekan
A
A
A
SINGAPURA - Emas diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam tiga pekan karena anjloknya harga minyak dan pasar saham karena investor menunggu hasil pertemuan terakhir Federal Reserve terkait kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Harga emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.216,83 per ons pada pukul 09.51 pagi di Singapura dari sebelumnya USD1.218,58.
Emas yang telah terkoreksi selama dua tahun, bangkit dari level terendah satu bulan ke USD1.168,34 pada 2 Januari 2015 di tengah menurunnya harga minyak dan kekhawatiran Yunani yang akan keluar dari zona Eropa.
Dolar Amerika Serikat (USD) menuju penutupan tertinggi menjelang pertemuan The Fed pada 16-17 Desember lalu. Saat itu, bank sentral AS menyatakan akan lebih bersabar untuk menaikan suku bunga acuannya (Fed rate).
Harga emas dalam euro naik ke level tertinggi sejak September 2013 menjelang data inflasi, yang dapat mendorong Bank Sentral Eropa mulai membeli surat utang.
Sementara saham global jatuh untuk hari keempat karena minyak mentah di New York diperdagangkan mendekati level terendah sejak 2009.
"Emas terus mendapatkan keuntungan dari risk aversion. Harga emas telah bergerak menguat meskipun USD menguat dan naiknya suku bunga oleh Fed mungkin menghambat reli," kata analis di Citics Futures Co Zou Lihu seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (7/1/2015).
Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada USD1.216,80 per ons dari sebelumnya USD1.219,40. Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust jatuh kemarin ke level terendah sejak September 2008, setelah bertambah untuk kali pertama dalam dua pekan pada 5 Januari lalu.
Sementara perak untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD16,5075 per ons dari sebelumnya USD16,5365. Spot platinum naik 0,3% menjadi USD1.223 per ons dan diperdagangkan pada USD1.219,63. Palladium sedikit berubah menjadi USD802,50 per ons.
Harga emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.216,83 per ons pada pukul 09.51 pagi di Singapura dari sebelumnya USD1.218,58.
Emas yang telah terkoreksi selama dua tahun, bangkit dari level terendah satu bulan ke USD1.168,34 pada 2 Januari 2015 di tengah menurunnya harga minyak dan kekhawatiran Yunani yang akan keluar dari zona Eropa.
Dolar Amerika Serikat (USD) menuju penutupan tertinggi menjelang pertemuan The Fed pada 16-17 Desember lalu. Saat itu, bank sentral AS menyatakan akan lebih bersabar untuk menaikan suku bunga acuannya (Fed rate).
Harga emas dalam euro naik ke level tertinggi sejak September 2013 menjelang data inflasi, yang dapat mendorong Bank Sentral Eropa mulai membeli surat utang.
Sementara saham global jatuh untuk hari keempat karena minyak mentah di New York diperdagangkan mendekati level terendah sejak 2009.
"Emas terus mendapatkan keuntungan dari risk aversion. Harga emas telah bergerak menguat meskipun USD menguat dan naiknya suku bunga oleh Fed mungkin menghambat reli," kata analis di Citics Futures Co Zou Lihu seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (7/1/2015).
Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada USD1.216,80 per ons dari sebelumnya USD1.219,40. Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust jatuh kemarin ke level terendah sejak September 2008, setelah bertambah untuk kali pertama dalam dua pekan pada 5 Januari lalu.
Sementara perak untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD16,5075 per ons dari sebelumnya USD16,5365. Spot platinum naik 0,3% menjadi USD1.223 per ons dan diperdagangkan pada USD1.219,63. Palladium sedikit berubah menjadi USD802,50 per ons.
(rna)
Lihat Juga :