Jerman Siapkan Skenario Yunani Keluar Euro

Kamis, 08 Januari 2015 - 10:05 WIB
Jerman Siapkan Skenario...
Jerman Siapkan Skenario Yunani Keluar Euro
A A A
BERLIN - Jerman melakukan persiapan untuk kemungkinan Yunani keluar dari zona euro, termasuk perginya perbankan Yunani.

Surat kabar Jerman, Bild, melaporkan hal itu kemarin. Menurut Bild, kantor kanselir di Berlin telah membuat sejumlah skenario jika pemilu di Yunani pada 25 Januari nanti dimenangkan oleh kubu sayap kiri radikal, Partai Syriza.

Partai itu berjanji mencabut berbagai kebijakan reformasi yang diharuskan oleh para kreditor internasional terhadap Yunani dan melakukan renegosiasi kesepakatan dana talangan (bailout). Bildmelaporkan, jika Yunani tidak melaksanakan kebijakan reformasi, bantuan untuk Yunani senilai USD12 miliar akan dihentikan.

“Jika sampai terjadi, Yunani keluar dari euro, para pakar pemerintah mengkhawatirkan nasabah di perbankan Yunani akan menarik semua tabungan dalam bentuk mata uang euro. Konsekuensinya, hal itu dapat mengakibatkan bank bangkrut,” papar laporan surat kabar paling banyak dibaca di Eropa tersebut. Jika hal itu terjadi, serikat perbankan Eropa atau para pembayar pajak Eropa harus ikut campur dengan membayar miliaran dolar.

Surat kabar mingguan Jerman, Der Spiegel,juga mengutip sumber yang dekat pemerintahan Jerman saat Kanselir Jerman Angela Merkel bersiap membiarkan Yunani keluar zona euro jika rakyat Yunani memilih pemerintahan yang menolak kebijakan penghematan saat ini. Berlin tidak menyangkal laporan tersebut tapi menegaskan pemerintah tidak mengubah sikap terhadap Yunani dan kebijakan Eropanya.

Meski demikian, Merkel menuai kritik sejak laporan Spiegel itu, termasuk dari Presiden Parlemen Uni EropaMartinSchulzyangmenuding Merkel atas spekulasi tidak bertanggung jawab tersebut. Sementara, tingkatpengangguran di Jerman turun pada Desember lalu, saat pasar tenaga kerja terus membaik.

”Jumlah orang yang terdaftar sebagai pengangguran di Jerman turun secara musiman, hingga 27.000 orang pada Desember,” ungkap laporan Kantor Tenaga Kerja Federal Jerman, dikutip kantor berita AFP. Jumlah tersebut mengalahkan proyeksi analis dengan penurunan 5.000 orang pada Desember. Tingkat pengangguran yang mengukur total pengangguran terhadap populasi pekerja secara keseluruhan, turun menjadi 6,5% pada Desember dari 6,6% pada November.

Secara umum, total pengangguran meningkat 46.700 orang menjadi 2,764 juta jiwa dan tingkat pengangguran naik menjadi 6,4% dari 6,3%. “Pasar tenaga kerja terus membaik, berbeda dengan kondisi ekonomi yang lemah,” papar kantor tenaga kerja. Adapun, penjualan ritel yang mengukur kepercayaan rumah tangga, naik pada bulan kedua secara berturut-turut hingga November.

“Penjualan ritel naik 1,0% pada November, dibandingkan Oktober,” papar laporan Kantor Statistik Federal (Destatis). Bulan sebelumnya penjualan ritel naik hingga 2,0%. Dalam 12 bulan penurunan bisnis mencapai 0,8% pada November dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
5 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
6 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
6 jam yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
6 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Ukuran...
10 Negara dengan Ukuran Kaki Terbesar di Dunia, Jerman Juaranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved