Profit Taking Membesar, Waspadai IHSG Balik Arah
Jum'at, 09 Januari 2015 - 08:22 WIB
Profit Taking Membesar, Waspadai IHSG Balik Arah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berpeluang untuk melanjutkan reli, namun perlu diwaspadai pembalikan arah jika aksi ambil untung (profit taking) semakin besar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola shooting star bertahan di atas area middle bollinger band (MBB). MACD cenderung bergerak datar dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih mencoba bertahan dari pelemahan.
Menurut dia, peluang untuk mengalami kenaikan tertahan dengan mulai maraknya aksi jual, sehingga membuat laju IHSG kurang lebih tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya, di mana tampak variatif dan cenderung melemah jika aksi profit taking tersebut semakin besar.
"Meski kami masih mengharapkan adanya kenaikan, namun tetap mewaspadai mulai adanya potensi pembalikan arah." kata dia, Jumat (9/1/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.191-5.200 dan resisten 5.225-5.238. Sementara laju IHSG kemarin mampu melampaui area target resisten 5.215-5.224, namun mampu bertahan di atas target support 5.170-5.188.
Kemarin, laju IHSG masih dapat melanjutkan pergerakan positifnya seiring masih adanya aksi beli pelaku pasar. Namun demikian, aksi beli yang dilakukan terlihat tidak sebesar sebelumnya.
Meski indeks utama bursa saham Asia bergerak naik, namun tertahan dengan melemahnya laju bursa saham China. Kemudian masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah, meski tidak sedalam sehari sebelumnya serta masih berlanjutnya nett sell asing yang lebih besar dari sebelumnya.
Penguatan IHSG mendapat dukungan dari masih menguatnya saham-saham dari perkebunan, properti yang didominasi saham-saham dari subsektor konstruksi, dan perdagangan. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp2,99 miliar menjadi net sell Rp135,53 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola shooting star bertahan di atas area middle bollinger band (MBB). MACD cenderung bergerak datar dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih mencoba bertahan dari pelemahan.
Menurut dia, peluang untuk mengalami kenaikan tertahan dengan mulai maraknya aksi jual, sehingga membuat laju IHSG kurang lebih tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya, di mana tampak variatif dan cenderung melemah jika aksi profit taking tersebut semakin besar.
"Meski kami masih mengharapkan adanya kenaikan, namun tetap mewaspadai mulai adanya potensi pembalikan arah." kata dia, Jumat (9/1/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.191-5.200 dan resisten 5.225-5.238. Sementara laju IHSG kemarin mampu melampaui area target resisten 5.215-5.224, namun mampu bertahan di atas target support 5.170-5.188.
Kemarin, laju IHSG masih dapat melanjutkan pergerakan positifnya seiring masih adanya aksi beli pelaku pasar. Namun demikian, aksi beli yang dilakukan terlihat tidak sebesar sebelumnya.
Meski indeks utama bursa saham Asia bergerak naik, namun tertahan dengan melemahnya laju bursa saham China. Kemudian masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah, meski tidak sedalam sehari sebelumnya serta masih berlanjutnya nett sell asing yang lebih besar dari sebelumnya.
Penguatan IHSG mendapat dukungan dari masih menguatnya saham-saham dari perkebunan, properti yang didominasi saham-saham dari subsektor konstruksi, dan perdagangan. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp2,99 miliar menjadi net sell Rp135,53 miliar.
(rna)
Lihat Juga :