Emas Global Naik ke Level Tertinggi Sebulan
Senin, 12 Januari 2015 - 09:25 WIB
Emas Global Naik ke Level Tertinggi Sebulan
A
A
A
SINGAPURA - Harga emas global naik ke level tertinggi dalam sebulan setelah data penghasilan tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) menimbulkan kekhawatiran bahwa ekonomi negara tersebut tidak cukup kuat mendorong penaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Logam mulia untuk pengiriman segera naik 0,3% menjadi USD1.226,95 per ons, harga tertinggi sejak 12 Desember 2014, dan diperdagangkan di USD1.226,94 pada pukul 09.20 pagi di Singapura.
Logam ini melonjak 1,2% pada 9 Januari 2015 dan menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak Juni tahun lalu karena aset di SPDR Gold Trust naik terbesar sejak Juli 2014.
Sementara naiknya harga emas menyakiti mata uang dolar AS (USD). Mata uang negara Paman Sam tersebut terkoreksi selama dua hari, memperpanjang penurunan dari rekor penutupan pada 8 Januari menyusul data susutnya penghasilan per jam rata-rata karyawan AS pada Desember tahun lalu dan merupakan terbesar sejak 2006.
Turunnya penghasilan berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kerja AS, yang bertambah sebanyak 252 ribu pada bulan lalu.
"Data penghasilan AS dibayangi pertumbuhan tenaga kerja. Ini mendukung kemungkinan bahwa Federal Reserve tidak memperlambat penaikan suku bunga," kata analis Huatai Great Wall Futures Co Huang Wei seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (12/1/2015).
Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari naik 0,9% menjadi USD1.226,90 per ons, tertinggi sejak 12 Desember 2014, dan berada di USD1.226,80. Harga yang paling aktif naik 2,5% pada pekan lalu.
Sementara perak untuk pengiriman segera naik 0,8% menjadi USD16,6295 per ons, setelah membukukan kenaikan mingguan pertama dalam empat minggu. Spot platinum berada di USD1.233,75 per ons dari sebelumnya USD1.233,31 pada 9 Januari, dan paladium susut 0,1% menjadi USD802,30 per ons.
Logam mulia untuk pengiriman segera naik 0,3% menjadi USD1.226,95 per ons, harga tertinggi sejak 12 Desember 2014, dan diperdagangkan di USD1.226,94 pada pukul 09.20 pagi di Singapura.
Logam ini melonjak 1,2% pada 9 Januari 2015 dan menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak Juni tahun lalu karena aset di SPDR Gold Trust naik terbesar sejak Juli 2014.
Sementara naiknya harga emas menyakiti mata uang dolar AS (USD). Mata uang negara Paman Sam tersebut terkoreksi selama dua hari, memperpanjang penurunan dari rekor penutupan pada 8 Januari menyusul data susutnya penghasilan per jam rata-rata karyawan AS pada Desember tahun lalu dan merupakan terbesar sejak 2006.
Turunnya penghasilan berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kerja AS, yang bertambah sebanyak 252 ribu pada bulan lalu.
"Data penghasilan AS dibayangi pertumbuhan tenaga kerja. Ini mendukung kemungkinan bahwa Federal Reserve tidak memperlambat penaikan suku bunga," kata analis Huatai Great Wall Futures Co Huang Wei seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (12/1/2015).
Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari naik 0,9% menjadi USD1.226,90 per ons, tertinggi sejak 12 Desember 2014, dan berada di USD1.226,80. Harga yang paling aktif naik 2,5% pada pekan lalu.
Sementara perak untuk pengiriman segera naik 0,8% menjadi USD16,6295 per ons, setelah membukukan kenaikan mingguan pertama dalam empat minggu. Spot platinum berada di USD1.233,75 per ons dari sebelumnya USD1.233,31 pada 9 Januari, dan paladium susut 0,1% menjadi USD802,30 per ons.
(rna)
Lihat Juga :