AP I Catat 27 Juta Penumpang Tahun Lalu
Senin, 12 Januari 2015 - 14:28 WIB
AP I Catat 27 Juta Penumpang Tahun Lalu
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura (AP) I Tommy Soetomo mengakui, jumlah layanan penumpang dari 13 bandara yang dikelola perseroan turun menjadi 73 juta pada akhir 2014.
"Tahun ini agak turun, menangani 73 juta penumpang hingga akhir 2014. Ini kecil dibandingkan periode-periode sebelumnya, khususnya di domestik," kata Tommy kepada media di Gedung Angkasa Pura I, Kemayoran, Jakarta, Senin (12/1/2015).
Kendati begitu, Tommy menuturkan, Angkasa Pura I saat ini sedang fokus mengembangkan tiga bandara utama, yaitu Yogyakarta, Makassar, dan Surabaya.
"Kita (AP I) akan prioritaskan bandara besar, seperti di Yogyakarta. Kedati begitu, belum dapat diestimasikan berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan," tambahnya.
Saat ini, di Makasar dan Surabaya masih dalam proses pembelajarang. Sementara, Yogyakarta sudah dilakukan sosialisasi dan komunikasi publik. Tahun ini, akan mulai akuisisi lahan di Yogyakarta dengan estimasi biaya hampir Rp1 triliun.
"Perhatian pemerintah untuk infrastruktur sudah besar, termasuk memberikan tambahan modal bagi BUMN-BUMN untuk mengembangkan infrastruktur," pungkasnya.
"Tahun ini agak turun, menangani 73 juta penumpang hingga akhir 2014. Ini kecil dibandingkan periode-periode sebelumnya, khususnya di domestik," kata Tommy kepada media di Gedung Angkasa Pura I, Kemayoran, Jakarta, Senin (12/1/2015).
Kendati begitu, Tommy menuturkan, Angkasa Pura I saat ini sedang fokus mengembangkan tiga bandara utama, yaitu Yogyakarta, Makassar, dan Surabaya.
"Kita (AP I) akan prioritaskan bandara besar, seperti di Yogyakarta. Kedati begitu, belum dapat diestimasikan berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan," tambahnya.
Saat ini, di Makasar dan Surabaya masih dalam proses pembelajarang. Sementara, Yogyakarta sudah dilakukan sosialisasi dan komunikasi publik. Tahun ini, akan mulai akuisisi lahan di Yogyakarta dengan estimasi biaya hampir Rp1 triliun.
"Perhatian pemerintah untuk infrastruktur sudah besar, termasuk memberikan tambahan modal bagi BUMN-BUMN untuk mengembangkan infrastruktur," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :