Kinerja Reksa Dana Saham Diprediksi Hanya Tumbuh 14%
Senin, 12 Januari 2015 - 14:53 WIB
Kinerja Reksa Dana Saham Diprediksi Hanya Tumbuh 14%
A
A
A
JAKARTA - PT Infovesta Utama memprediksi, kinerja rata-rata reksa dana saham dari sisi imbal hasi (return) yang diberikan sepanjang tahun ini masih akan lebih baik dibanding reksa dana jenis lainnya.
Analis riset PT Infovesta Utama Vilia Wati mengatakan, kinerja rata-rata reksa dana saham pada tahun ini berpotensi tumbuh antara 11-14%. Sedangkan reksa dana campuran diperkirakan meningkat 9%-11%, dan reksa dana pendapatan tetap antara 7%-8%.
Namun, capaian tahun ini diperkirakan tidak akan sebaik tahun lalu. Pasalnya, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dari domestik maupun global.
"Pada tahun ini, prospek kinerja reksa dana secara umum masih cukup baik, meski terdapat beberapa tantangan," kata dia kepada Sindonews, Senin (12/1/2015).
Dia menyebut, sejumlah tantangan yang akan dihadapi tersebut dan layak dicermati investor, di antaranya rilis data-data ekonomi domestik dan global, seperti data inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang masih cenderung melemah, dan rilis data laporan keuangan emiten.
"Selain itu, kebijakan pemerintah baru serta rencana kenakan suku bunga Bank Sentral AS (Federal Reserve)," ujarnya.
Sementara sepanjang tahun lalu, reksa dana saham memberikan return rata-rata tertinggi dibanding reksa dana lainnya dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tercatat, return reksa dana saham mencapai 27,86%, reksa dana campuran 16,91%, reksa dana pendapatan tetap 7,85%, dan IHSG sebesar 22,29%.
Menurut Vilia, kinerja reksa dana pada tahun ini ditopang oleh perbaikan beberapa indikator ekonomi yang membaik di awal tahun, serta sentimen positif dari kondisi politik, relatif lancarnya pelaksanaan pemilu serta respon investor yang relatif positif atas kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Analis riset PT Infovesta Utama Vilia Wati mengatakan, kinerja rata-rata reksa dana saham pada tahun ini berpotensi tumbuh antara 11-14%. Sedangkan reksa dana campuran diperkirakan meningkat 9%-11%, dan reksa dana pendapatan tetap antara 7%-8%.
Namun, capaian tahun ini diperkirakan tidak akan sebaik tahun lalu. Pasalnya, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dari domestik maupun global.
"Pada tahun ini, prospek kinerja reksa dana secara umum masih cukup baik, meski terdapat beberapa tantangan," kata dia kepada Sindonews, Senin (12/1/2015).
Dia menyebut, sejumlah tantangan yang akan dihadapi tersebut dan layak dicermati investor, di antaranya rilis data-data ekonomi domestik dan global, seperti data inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang masih cenderung melemah, dan rilis data laporan keuangan emiten.
"Selain itu, kebijakan pemerintah baru serta rencana kenakan suku bunga Bank Sentral AS (Federal Reserve)," ujarnya.
Sementara sepanjang tahun lalu, reksa dana saham memberikan return rata-rata tertinggi dibanding reksa dana lainnya dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tercatat, return reksa dana saham mencapai 27,86%, reksa dana campuran 16,91%, reksa dana pendapatan tetap 7,85%, dan IHSG sebesar 22,29%.
Menurut Vilia, kinerja reksa dana pada tahun ini ditopang oleh perbaikan beberapa indikator ekonomi yang membaik di awal tahun, serta sentimen positif dari kondisi politik, relatif lancarnya pelaksanaan pemilu serta respon investor yang relatif positif atas kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
(rna)
Lihat Juga :