Operasional PLTGU Karimunjawa Belum Jelas

Senin, 12 Januari 2015 - 16:57 WIB
Operasional PLTGU Karimunjawa...
Operasional PLTGU Karimunjawa Belum Jelas
A A A
JEPARA - Operasional pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah hingga kini belum jelas.

Biaya produksi maupun ongkos pengapalan gas dari Cepu Blora menuju kepulauan yang ada di Laut Jawa ini disebut menjadi salah satu faktor lambatnya operasional PLTGU berkapasitas 3 megawatt (MW) itu.

Proses pembebasan lahan untuk PLTGU ini sudah dimulai sejak 2013. Rencananya proses pembangunan fisik PLTGU yang dibangun di Dukuh Legon Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa ini dimulai awal 2014. Dan bisa beroperasi Agustus 2014.

Namun, karena berbagai ganjalan akhirnya target itu diundur Maret 2015. Itupun dengan catatan ketersediaan gas dari Cepu Blora yang menjadi bahan bakar utama PLTGU tak mengalami kendala.

Selain itu, gas tersebut juga bisa diangkut dengan kapal menuju PLTGU di Karimunjawa.

Camat Karimunjawa M Taksinul Khuluq mengatakan, pihaknya tak mengetahui kapan PLTGU bisa resmi beroperasi.

Sebab, sejumlah komponen inti seperti trafo maupun bentuk fisik pembangkit untuk PLTGU yang kapasitasnya sama dengan yang dibangun di Kabupaten Pelelawan Provinsi Riau ini belum ada di Kepulauan Karimunjawa.

"Kalau kabel sudah terpasang. Tapi yang lain-lain belum," kata Taksin, Senin (12/1/2015).

Selama puluhan tahun, sekitar 10 ribu warga kepulauan di Laut Jawa ini mengandalkan pasokan listrik dari enam unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang berbahan bakar solar.

Meski begitu, berulangkali PLTD ini mengalami masalah sehingga menganggu pasokan listrik ke rumah-rumah warga. Selain itu, karena ongkos produksi PLTD yang tinggi, harga jual listrik ke masyarakat juga melambung.

Untuk tiap meter kwh pelanggan di Karimunjawa dibebani biaya hingga Rp2.500. Padahal harga listrik dari PLN di wilayah daratan masih di bawah nominal Rp1.000 per meter kwh.

Dia berharap target operasional PLTGU tak lagi mundur. Sebab saat ini listrik menjadi salah satu fasilitas penting di Karimunjawa. Tak hanya untuk kepentingan warga saja, namun juga para turis, baik domestik maupun mancanegara.

"Kalau bisa sesuai target tentu kami apresiasi. Itu memang solusi persoalan listrik di Karimunjawa," ucap Taksin.

Wakil Bupati Jepara Subroto mengatakan, pihaknya juga belum mengetahui secara pasti kapan PLTGU Karimunjawa bisa beroperasi. Berdasar informasi yang diterimanya, jadwal operasional mundur lagi dari target Maret 2015.

Kendala yang dihadapi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah-DIY yakni soal biaya produksi dan distribusi gas dari Cepu Blora ke Kepulauan Karimunjawa. Ongkos produksi 1 MMTU gas sekitar USD7.

Sementara, ongkos kirim kapal sekitar USD34. Jika dihitung ongkos produksi maupun pengapalan gas itu justru malah lebih mahal dari harga solar yang selama ini menjadi BBM utama PLTD di Karimunjawa.

"Saya juga heran kenapa ini bisa terjadi. Terus dulu perencanaannya bagaimana," pungkas Subroto.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTG Maleo Hemat Impor...
PLTG Maleo Hemat Impor BBM dan Ramah Lingkungan
Keandalan Infrastruktur...
Keandalan Infrastruktur Menjadi Salah Satu Penentu Pemenuhan Kebutuhan LNG PLTG Sambera
Trafo PLTG Jakabaring...
Trafo PLTG Jakabaring Terbakar, PLN WS2JB Sebut Ada Korsleting
Trafo PLTG Meledak dan...
Trafo PLTG Meledak dan Terbakar
PLTG Sambera Tidak Mangkrak,...
PLTG Sambera Tidak Mangkrak, Sinergi, Musyawarah dan Kesepakatan Jadi Kunci
Kebakaran PLTG di Palembang,...
Kebakaran PLTG di Palembang, 3 Mobil Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Ojol Dipastikan Dapat...
Ojol Dipastikan Dapat Subsidi BBM, Taksi Online Belum Jelas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved