Profit Taking Makin Masif, IHSG Lanjutkan Koreksi
Selasa, 13 Januari 2015 - 08:19 WIB
Profit Taking Makin Masif, IHSG Lanjutkan Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan melanjutkan koreksi jika aksi ambil untung (profit taking) semakin masif.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola inverted hammer masih bertahan di atas area middle bollinger band (MBB). MACD gagal bertahan dan cenderung akan membentuk golden cross dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal bertahan dari pelemahan dan cenderung bergerak turun.
"Aksi profit taking kembali bawa IHSG mengalami pelemahan. Meski masih ada perlawanan beli, namun tidak cukup kuat jika aksi profit taking semakin masif," kata dia, Selasa (13/1/2015).
Karena itu, saran dia, tetap mewaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan. Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.175-5.180 dan resisten 5.195-5.225. Laju IHSG gagal mendekati area target resisten 5.225-5.245 dan sempat berada di target support 5.188-5.200.
Kemarin, aksi ambil untung kian terealisasi setelah pelaku pasar merespon negatif pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa dan variatifnya laju bursa saham Asia.
Terlihat di awal perdagangan, laju IHSG sempat positif, namun berbalik melemah hingga akhir perdagangan. Laju rupiah yang naik tipis belum mampu meredam aksi jual tersebut. Adapun transaksi asing tercatat nett buy dari net buy Rp895,07 miliar menjadi net sell Rp67,91 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola inverted hammer masih bertahan di atas area middle bollinger band (MBB). MACD gagal bertahan dan cenderung akan membentuk golden cross dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal bertahan dari pelemahan dan cenderung bergerak turun.
"Aksi profit taking kembali bawa IHSG mengalami pelemahan. Meski masih ada perlawanan beli, namun tidak cukup kuat jika aksi profit taking semakin masif," kata dia, Selasa (13/1/2015).
Karena itu, saran dia, tetap mewaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan. Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.175-5.180 dan resisten 5.195-5.225. Laju IHSG gagal mendekati area target resisten 5.225-5.245 dan sempat berada di target support 5.188-5.200.
Kemarin, aksi ambil untung kian terealisasi setelah pelaku pasar merespon negatif pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa dan variatifnya laju bursa saham Asia.
Terlihat di awal perdagangan, laju IHSG sempat positif, namun berbalik melemah hingga akhir perdagangan. Laju rupiah yang naik tipis belum mampu meredam aksi jual tersebut. Adapun transaksi asing tercatat nett buy dari net buy Rp895,07 miliar menjadi net sell Rp67,91 miliar.
(rna)
Lihat Juga :