Emas Global Reli ke Level Tertinggi 12 Pekan
Selasa, 13 Januari 2015 - 10:23 WIB
Emas Global Reli ke Level Tertinggi 12 Pekan
A
A
A
SINGAPURA - Emas global memperpanjang kenaikan (reli) ke level tertinggi dalam hampir 12 pekan karena investor mengkaji kekuatan ekonomi Amerika Serikat (AS) di tengah merosotnya harga minyak.
Logam mulia untuk pengiriman segera naik 0,4% menjadi USD1.238,76 per ons, harga tertinggi sejak 23 Oktober 2014 dan diperdagangkan di USD1.236,01 pada pukul 10.20 pagi di Singapura.
Logam ini diperdagangkan naik untuk hari ketiga setelah rilis data menurunnya penghasilan tenaga kerja AS di tengan tumbuhnya jumlah tenaga kerja.
Sementara harga minyak berada di level terendah dalam 5 setengah tahun, menyakiti pasar saham global dan mengancam inflasi di bawah target Federal Reserve sebesar 2%.
Adapun dolar AS (USD) diperdagangkan di bawah rekor terdekat setelah data pekan ini menunjukkan bahwa biaya hidup di AS merosot paling dalam hampir enam tahun dan penjualan ritel jatuh pada bulan Desember, memacu spekulasi The Fed akan menahan diri menaikan suku bunganya.
"Secara jangka pendek, emas dipengaruhi sentimen USD, minyak, dan risiko umum di pasar. Sementara secara jangka panjang, sentimen harga emas berasal dari prospek suku bunga AS," kata analis di Citics Futures Co Zou Lihu seperti dilansir dari Blomberg, Selasa (13/1/2015).
Harga emas di Eropa naik ke level tertinggi sejak September 2013 karena Bank Sentral Eropa akan menambah stimulus untuk memerangi deflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian politik di Yunani.
Yunani sedang mempersiapkan diri untuk melakukan pemilihan umum (pemilu) pada 25 Januari 2015. Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras mengatakan, jika partai oposisi Syriza menang, maka dapat menyebabkan Yunani keluar dari uni Eropa.
Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari naik 0,8% menjadi USD1.242 per ons, tertinggi sejak 23 Oktober 2015. Aset di SPDR Gold Trust tidak berubah kemarin setelah meningkat pada 9 Januari 2015.
Perak untuk pengiriman segera naik 1,2% menjadi USD16,7734 per ons, level tertinggi sejak 15 Desember 2014. Platinum naik 0,1% menjadi USD1.243,06 per ons dan palladium sedikit berubah menjadi USD810 per ons setelah naik USD814,75, level tertinggi sejak 29 Desember 2014.
Logam mulia untuk pengiriman segera naik 0,4% menjadi USD1.238,76 per ons, harga tertinggi sejak 23 Oktober 2014 dan diperdagangkan di USD1.236,01 pada pukul 10.20 pagi di Singapura.
Logam ini diperdagangkan naik untuk hari ketiga setelah rilis data menurunnya penghasilan tenaga kerja AS di tengan tumbuhnya jumlah tenaga kerja.
Sementara harga minyak berada di level terendah dalam 5 setengah tahun, menyakiti pasar saham global dan mengancam inflasi di bawah target Federal Reserve sebesar 2%.
Adapun dolar AS (USD) diperdagangkan di bawah rekor terdekat setelah data pekan ini menunjukkan bahwa biaya hidup di AS merosot paling dalam hampir enam tahun dan penjualan ritel jatuh pada bulan Desember, memacu spekulasi The Fed akan menahan diri menaikan suku bunganya.
"Secara jangka pendek, emas dipengaruhi sentimen USD, minyak, dan risiko umum di pasar. Sementara secara jangka panjang, sentimen harga emas berasal dari prospek suku bunga AS," kata analis di Citics Futures Co Zou Lihu seperti dilansir dari Blomberg, Selasa (13/1/2015).
Harga emas di Eropa naik ke level tertinggi sejak September 2013 karena Bank Sentral Eropa akan menambah stimulus untuk memerangi deflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian politik di Yunani.
Yunani sedang mempersiapkan diri untuk melakukan pemilihan umum (pemilu) pada 25 Januari 2015. Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras mengatakan, jika partai oposisi Syriza menang, maka dapat menyebabkan Yunani keluar dari uni Eropa.
Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari naik 0,8% menjadi USD1.242 per ons, tertinggi sejak 23 Oktober 2015. Aset di SPDR Gold Trust tidak berubah kemarin setelah meningkat pada 9 Januari 2015.
Perak untuk pengiriman segera naik 1,2% menjadi USD16,7734 per ons, level tertinggi sejak 15 Desember 2014. Platinum naik 0,1% menjadi USD1.243,06 per ons dan palladium sedikit berubah menjadi USD810 per ons setelah naik USD814,75, level tertinggi sejak 29 Desember 2014.
(rna)
Lihat Juga :