Swasta Bangun Pembangkit Listrik 25 Ribu MW Sulit Terwujud

Rabu, 14 Januari 2015 - 00:14 WIB
Swasta Bangun Pembangkit...
Swasta Bangun Pembangkit Listrik 25 Ribu MW Sulit Terwujud
A A A
JAKARTA - Kalangan pengamat menilai, proyek percepatan 35.000 megawatt (MW) dengan porsi swasta atau (independent power producer/IPP) sebesar 25.000 MW sulit terealisasi dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Hal itu jika ditinjau dari proyek percepatan pembangkit dalam kurun waktu lima tahun ke belakang.

"Swasta bisa bangun 10.000 MW saja sudah bagus. Sisanya mungkin sulit terealisasi," ungkap Direktur Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa saat dihubungi di Jakarta, Selasa (13/1/2015).

Sementara, porsi percepatan pembangkit listrik sebesar 10.000 MW yang diberikan kepada PT PLN (persero) dianggap sebagai hal yang wajar.

Sebab, jika ditinjau dari segi biaya, maka realistis jika PLN hanya mampu membangun sebesar 10.000 MW. "Yang terpenting adalah dukungan pemerintah," imbuhnya.

Dia berharap, pemerintah secara cepat menyelesaikan hambatan-hambatan yang terjadi di lapangan, seperti pembebasan lahan, perizinan dan kendala lain yang kiranya menjadi sumbatan percepatan pembangkit listrik 35.000 MW.

Terlebih, bagi swasta yang dibutuhkan adalah kenyamanan dalam berinvestasi. "Bagaimana akan tercapai jika pemerintah tidak memberi kenyamanan," tutup Febby.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
14 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved