Bank Sulselbar Turunkan Suku Bunga 9%

Rabu, 14 Januari 2015 - 02:32 WIB
Bank Sulselbar Turunkan...
Bank Sulselbar Turunkan Suku Bunga 9%
A A A
MAKASSAR - Manajemen Bank Sulselbar berencana akan menurunkan suku bunga pinjamannya sekitar 9%. Hal ini untuk memberikan kemudahan ke debitur agar tidak terbebani dalam pelunasan pinjaman.

Suku bunga yang diturunkan ini diperuntukkan bagi pinjaman kredit infrastruktur dan modal kerja.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya perbaikan nett intereset margin yang ditargetkan dikisaran 8%-9% dibanding posisi saat ini masih di 10,7%.

Direktur Utama Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat mengatakan, tingkat suku bunga yang ditawarkan ini sangat kompetitif. Bahkan bila dibandingkan bank umum lainnya penawaran yang diberikan membantu debitur.

Termasuk, berencana mengurangi biaya-biaya administrasi dan provisi berkas dari 1% lebih menjadi 0,25%-0,5%.

"Minggu ini, kami akan melakukan penyesuaian suku unga demi mempertahankan NIM. Awal tahun memang menjadi fokus perseroan untuk melakukan sejumlahn strategi perbankan, agar nasabah bisa semakin mempercayakan kebutuhan keuangannya ke bank Sulselbar," ujarnya, Selasa (13/1/2015).

Rahmat mengatakan, banyak hal yang dijadikan pertimbangan, seperti pada awal Maret 2015 sejumlah proyek pemerintah sudah mulai jalan yang notabene merupakan debitur terbesar perseroan.

Proyek pemerintah yang menggunakan dana APBD, memang banyak ditangani Bank Sulselbar dapat dikatakan sekitar 80% dan sisanya kontraktor swasta yang memiliki modal besar.

Besaran pinjaman yang disiapkan sekitar 35% dari nilai proyek, dengan rata-rata pinjaman mulai Rp50 juta dan tenor selama satu tahun mengikuti tahun penganggaran APBD.

"Begitupun nilai bank garansi akan ditidakan. Sebab ada penjamin dari Askrindo yang sudah diajak kerja sama, hanya nanti dikenakan pada premi saja yang dibayarkan," tuturnya.

Dia mengatakan, per tahun rata-rata debitur yang dimiliki 500-600 debitur dengan penyaluran Rp450 miliar. Di mana, mereka dalam melakukan pelunasan sesuai jadwal.

Hal itu pula yang memengaruhi kecilnya rasio kredit macet (NPL) khususnya kredit infrastruktur hanya dikisaran 1%, sehingga masih dikategorikan sehat.

Di sisi lain, dalam peningkatan layanan tidak dipungkiri Rahmat keinginan untuk menjadi bank Regional Champion (BRC) masih jauh dari harapan. Hal itu dipengaruh kendala teknologi yang dimiliki, meski dari segi pendanaan sudah sangat menunjang.

"Otoritas saat ini tengah melakukan revisi dalam menggodok BPD RC. Di mana, peraturan utamanya menitik beratkan pada bank daerah yang maksimal melakukan pemanfaatan e-payment dalam produk bisnisnya," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uang di Rekening Hilang...
Uang di Rekening Hilang Nasabah Datangi Kantor Bank Sulselbar
Peringati Harpelnas...
Peringati Harpelnas 2021, Direksi Bank Sulselbar Menyapa Nasabah
Hari Pelanggan Nasional,...
Hari Pelanggan Nasional, Bank Sulselbar Capem Daya Apresiasi Nasabah
Direksi Bank Sulselbar...
Direksi Bank Sulselbar Bakal Bertambah Jadi Lima Orang
Bank Sulselbar Beri...
Bank Sulselbar Beri Bantuan Ambulans ke UPTD Transfusi Darah
Kreatif dan Prospektif,...
Kreatif dan Prospektif, Bank Sulselbar Dukung Pengembangan Industri Film
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
30 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
38 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved