Permintaan Diprediksi Pulih Paruh II, Minyak Menguat

Rabu, 14 Januari 2015 - 10:21 WIB
Permintaan Diprediksi...
Permintaan Diprediksi Pulih Paruh II, Minyak Menguat
A A A
MELBOURNE - Minyak mentah global menguat meski masih diperdagangkan mendekati level terendah dalam lebih dari 5 setengah tahun karena produsen Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Kuwait dan Uni Emirat Arab memprediksi banjir pasokan akan berakhir pada paruh II/2015.

Dikutip dari Bloomberg, kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di New York setelah turun untuk ketiga kalinya, kemarin. Gubernur Uni Emirat Arab (UEA) untuk OPEC Ali Al Yabhouni mengatakan, permintaan minyak akan pulih pada semester II tahun ini.

Menteri Perminyakan Kuwait Ali Al-Omair mengatakan, pertumbuhan ekonomi global yang lebih cepat diperlukan untuk membantu menyerap surplus, yang diperkirakan mencapai 1,8 juta barel per hari.

Minyak merosot hampir 50% sepanjang tahun lalu karena AS memproduksi minyak mentah pada tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga dekade dan OPEC menolak mengurangi pasokan.

West Texas Intermediate (WTI) kemarin sempat diperdagangkan lebih tinggi dari Brent untuk kali pertama sejak Juli 2013, sinyal bagi Societe Generale SA bahwa strategi Arab Saudi untuk membatasi pertumbuhan produksi berhasil.

WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari berada di USD46,16 per barel pada pukul 11.35 siang waktu Sydney, naik 27 dibanding kemarin USD45,89, penutupan terendah sejak April 2009. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 49% di bawah rata-rata 100 hari.

Sementara minyak Brent di London ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Februari turun 84 sen atau 1,8% menjadi USD46,59 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI sebesar 70 sen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
55 menit yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
1 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
1 jam yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
1 jam yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
2 jam yang lalu
Infografis
Negara Asia yang Diprediksi...
Negara Asia yang Diprediksi akan Terlibat Perang Dunia 3
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved