Bahan Baku Obat 95% Masih Diimpor

Rabu, 14 Januari 2015 - 13:25 WIB
Bahan Baku Obat 95%...
Bahan Baku Obat 95% Masih Diimpor
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, hampir 95% kebutuhanbahanbakuobatsaatinimasih harus diimpor. Karena itu, industri bahan baku obat-obatan perlu didorong untuk bisa lebih berkembang di dalam negeri.

“Industri obat 95% kebutuhan bahan bakunya adalah impor. Makanya, kami saat diskusi dengan pelaku usaha mendorong untuk mengembangkan industri bahan bakunya,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani di Jakarta kemarin. Bahan baku industri farmasi saat ini masih diimpor antara lain dari China, India, Eropa, serta Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan analisa BKPM, ada sejumlah faktor yang mengakibatkan impor bahan baku obat begitu tinggi. Antara lain, regulasi pemerintah yang melarang perusahaan farmasi asing menjual produk di Indonesia tanpa memiliki fasilitas produksi lalu ketatnya regulasi mengenai standar kualitas produk.

Di sisi lain, investasi pembangunan pabrik farmasi juga masih dinilai berisiko tinggi. Sebab, selain butuh waktu lama sebelum menghasilkan keuntungan, nilainya pun tidak lebih besar dari modal. Selain itu, investor asing juga diharuskan bekerja sama dengan perusahaan lokal saat menanamkan investasi di Indonesia. Dalam catatan BKPM, total realisasi investasi di bidang bahan baku obat pada 2010 hingga September 2014 mencapai Rp4,8 triliun, terdiri atas penanaman modal dalam negeri
(PMDN) sebesar Rp1,25 triliun dan penanaman modal asing (PMA) USD4,4 miliar.

“Mereka (pelaku usaha farmasi) menyampaikan beberapa perencanaan soal pengembangan industri, tapi akan kami dalami. Intinya ada peluang cukup besar di sektor ini, setidaknya untuk dalam negeri,” ujar Franky. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga menambahkan, industri farmasi saat ini memang sangat bergantung pada impor bahan baku. Impor bahan baku obat nilainya mencapai USD1 miliar hingga USD1,5 miliar per tahun.

“Makanya, mereka menyampaikan pihaknya butuh dukungan supaya industri ini bisa memenuhi kebutuhan industri hilir,” katanya. Upaya menekan impor bahan baku obat juga terus dilakukan oleh pemerintah. Saat ini laju industri farmasi di dalam negeri pun dinilai cukup tinggi, berkisar 10-15% per tahun. Kendati demikian, masih ada hal yang perlu diperbaiki untuk menekan ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Terlepas dari itu, tak ada satu pun negara di dunia yang mampu memproduksi bahan baku obatnya hingga 100%. Bahan baku obat-obatan mencakup tiga macam yaitu yang berasal dari bahan kimia, biologis, dan dari alam. Saat ini Indonesia dinilai paling potensial untuk mengembangkan bahan baku yang bersumber dari alam seperti herbal.

Dalam hal ini pemerintah juga telah mengeluarkan peraturan yang melarang atau membatasi impor bahan baku herbal yang sumbernya masih bisa didapat di alam Indonesia. Terkait dengan itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) belum lama ini telah memberikan kemudahan permodalan dan pemasaran kepada pengusaha jamu mikro.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, industri jamu akan ditingkatkan agar bisa tumbuh untuk mendorong ekonomi kerakyatan. “Ada 20.000 bahan baku jamu di Indonesia, jadi tidak perlu impor lagi. Industri jamu di Indonesia ada 1.250. Dari segi pemasaran dan permodalan, kita akan memberikanmaksimalRp25juta kepada para UKM jamu untuk bisa lebih bergeliat,” ujarnya.

Ant
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
2 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
2 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
4 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
4 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
4 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved