Waskita Karya Ajukan PMN Rp3,5 Triliun

Kamis, 15 Januari 2015 - 10:55 WIB
Waskita Karya Ajukan...
Waskita Karya Ajukan PMN Rp3,5 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengajukan penambahan modal berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada pemerintah senilai Rp3,5 triliun. PMN tersebut akan diikuti dengan aksi korporasi berupa penerbitan saham baru (right issue).

Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk mengatakan, dana tersebut akan digunakan perseroan untuk membidik pembangunan lima proyek jalan tol baru dan transmisi jaringan listrik di Sumatera. Demi melancarkan rencana tersebut, Waskita sedang mengajukannya di tingkat DPR, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan.

“Kebutuhan modal kami sekitar Rp3,5 triliun, jadi kita usulkan PMN sebesar itu. Hal ini telah sesuai arahan pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia,” kata Tunggul kepada KORAN SINDO di Jakarta kemarin. Melalui right issue tersebut, pemerintah akan menjadi standby buyer atau calon pembeli siaga. Sedangkan right issue yang diterbitkan untuk publik mencapai Rp1,8 triliun. Dengan demikian, total penawaran umum saham baru perseroan mencapai Rp5,3 triliun.

“Saat ini porsi saham pemerintah di Waskita Karya sebesar 67,76% dan sisanya dimiliki publik. Jika telah disetujui, right issue ini akan kami terbitkan pada kuartal II/2015,” ungkapnya. Dihubungi terpisah, Corporate Secretary Waskita Karya Antonius Yulianto menjelaskan, melalui dana PMN dari pemerintah, perseroan bisa mendorong total kontrak sebesar Rp70 triliun.

Dari perolehan dana right issue sebesar Rp3,5 triliun, sebagian besar atau 75% untuk jalan tol dan 25% untuk transmisi listrik. “Kami akan mengikuti sekitar 5-6 tender proyek pembangunan jalan tol di wilayah Jawa dan Sumatera. Sedangkan untuk jaringan transmisi listrik, di sekitar wilayah Sumatera,” kata Antonius.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sepanjangtahuniniemitenkonstruksi pelat merah tersebut membidik total kontrak sebesar Rp38,8 triliun, terdiri atas Rp20,8 triliun kontrak baru dan Rp12 triliun kontrak bawaan (carry over) dari tahun sebelumnya. Target kontrak baru perseroan tahun ini memang lebih rendah dibandingkan target tahun lalu, di angka Rp22,72 triliun.

Target kontrak konvensional kami memang hanya Rp20,8 triliun, namun jika PMN yang diusulkan telah disetujui, maka dari injeksi Rp3,5 triliun bisa meleverage proyek hingga Rp25 triliun, sehingga total kontrak didapat Rp65-70 triliun,” paparnya. Sementara perolehan pendapatan sepanjang tahun lalu, kata Antonius, perseroan hanya mampu mencatat revenue di angka Rp9,9 triliun dari target Rp11 triliun.

Untuk pendapatan tahun ini, emiten berkode saham WSKT ini membidik pendapatan di kisaran Rp16,9 triliun. “Meski pendapatan tidak mencapai target, laba bersih tahun lalu melebih target kami, sebesar Rp456 miliar, sedangkan hingga akhir tahun ini perseroan mengejar laba bersih sekitar Rp650 miliar,” pungkasnya.

Sebelumnya Direktur Utama Waskita Karya M Choliq menyatakan, perseroan telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2 triliun sepanjang tahun ini. Anggaran capex tersebut akan digunakan untuk beberapa sektor, di antaranya untuk alat Rp160 miliar, pre cast (beton) Rp300 miliar, realti Rp800 miliar, dan energi Rp175 miliar.

Dia mengungkapkan, sumber pendanaan capex tersebut diperoleh hasil dari obligasi. “Sumber capex kita dari hasil penerbitan obligasi berkelanjutan, yang sudah dapat Rp500 miliar. Tahun 2015 akan kami lanjutkan lagi Rp1,5 triliun,” pungkas Choliq.

Heru febrianto
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
18 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved