IHSG Akhir Pekan Masih Diuji Ketahanannya untuk Reli
Jum'at, 16 Januari 2015 - 08:20 WIB
IHSG Akhir Pekan Masih Diuji Ketahanannya untuk Reli
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir pekan ini diperkirakan masih akan diuji ketahanannya untuk dapat melanjutkan penguatan (reli).
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola bullish harami kembali dekati area middle bollinger band (MBB). MACD tertahan penurunannya setelah membentuk death cross dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertahan penurunannya.
"Adanya sentimen positif dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali mengakumulasi. Namun demikian, laju IHSG masih akan diuji ketahanannya untuk dapat melanjutkan penguatannya," kata dia, Jumat (16/1/2015).
Karena itu, dia menyarankan untuk tetap mencermati sentimen yang ada di tengah harapan terhadap berlanjutnya penguatan.
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.165-5.179 dan resisten 5.195-5.200. Laju IHSG mampu bertahan di area target resisten 5.168-5.232 mampu bertahan di atas area target support 5.140-5.149.
Sementara IHSG kemarin tidak disangka laju IHSG mampu berbalik menghijau setelah pelaku pasar merespon positif pembalikan arah dari bursa saham Asia dan adanya indikasi membaliknya harga-harga komoditas yang terefleksi di laju harga-harga saham komoditas dan energi global.
"Di sisi lain, eskpektasi akan masih tetapnya BI rate juga turut memberikan sentiment positif," jelasnya.
Aksi profit taking pun sempat berkurang meskipun asing masih melakukan aksi jualnya seiring dengan laju rupiah yang masih mengalami pelemahan. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp623,25 miliar menjadi net sell Rp620,14 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola bullish harami kembali dekati area middle bollinger band (MBB). MACD tertahan penurunannya setelah membentuk death cross dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertahan penurunannya.
"Adanya sentimen positif dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali mengakumulasi. Namun demikian, laju IHSG masih akan diuji ketahanannya untuk dapat melanjutkan penguatannya," kata dia, Jumat (16/1/2015).
Karena itu, dia menyarankan untuk tetap mencermati sentimen yang ada di tengah harapan terhadap berlanjutnya penguatan.
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.165-5.179 dan resisten 5.195-5.200. Laju IHSG mampu bertahan di area target resisten 5.168-5.232 mampu bertahan di atas area target support 5.140-5.149.
Sementara IHSG kemarin tidak disangka laju IHSG mampu berbalik menghijau setelah pelaku pasar merespon positif pembalikan arah dari bursa saham Asia dan adanya indikasi membaliknya harga-harga komoditas yang terefleksi di laju harga-harga saham komoditas dan energi global.
"Di sisi lain, eskpektasi akan masih tetapnya BI rate juga turut memberikan sentiment positif," jelasnya.
Aksi profit taking pun sempat berkurang meskipun asing masih melakukan aksi jualnya seiring dengan laju rupiah yang masih mengalami pelemahan. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp623,25 miliar menjadi net sell Rp620,14 miliar.
(rna)
Lihat Juga :