Asita Jateng Keluhkan Penghapusan Penerbangan Murah

Sabtu, 17 Januari 2015 - 07:33 WIB
Asita Jateng Keluhkan...
Asita Jateng Keluhkan Penghapusan Penerbangan Murah
A A A
SEMARANG - Kebijakan pemerintah menghapus penerbangan tarif murah atau low-cost carrier (LCC) dikeluhkan pengusaha wisata di Jawa Tengah (Jateng). Kebijakan tersebut sangat berpengaruh terhadap penjualan tiket penerbangan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jawa Tengah, Joko Suratno mengungkapkan, pasar untuk penerbangan murah di Jateng sangat besar.

Selama ini penjualan tiket pesawat murah memberikan kontribusi besar hingga mencapai 75%. “Penjualan tiket di biro wisata 75% didominasi penjualan tiket murah,” ucapnya, Jumat (16/1/2015).

Karena itu, Asita sangat berharap pemerintah dalam hal ini kementerian perhubungan meninjau ulang kebijakan tersebut.

Joko khawatir, dengan adanya penghapusan LCC akan berdampak pada menurunnya jumlah wisatawan baik di Jateng maupun di luar Jateng. "Jelas akan ada pengaruhnya bagi kunjungan wisatawan," ucapnya.

Menurut Joko, alasan pemerintah dalam mengambil kebijakan penghapusan LCC karena kecelakaan pesawat AirAsia beberapa waktu lalu sangat tidak relevan, karena tidak ada kaitannya penghapusan LCC dengan kecelakaan pesawat.

Maskapai penerbangan, lanjut dia, pasti sudah memiliki perhitungan bisnis kenapa maskapai memberlakukan harga murah.

“Kecelakaan pesawat AirAsia beberapa waktu lalu tidak ada korelasi langsung antara LCC,” ucapnya.

Atas dihapusnya LCC, diprediksi masyarakat terutama kelas menengah akan beralih ke transportasi darat, seperti bus dan kereta api. Diperkirakan, akan terjadi peralihan dari pesawat ke moda transportasi darat karena harganya relatif lebih murah.

Manager Business Nusantara Tour and Travel, Ade Candra mengakui, penjualan tiket murah selama ini sangat diminati para traveller maupun backpaker. Namun demikian, pihaknya sebagai pelaku usaha wisata hanya bisa pasrah dengan kebijakan tersebut.

"Sebagai pelaku bisnis pariwisata, kami tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
5 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
5 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
5 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
6 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
6 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
6 jam yang lalu
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved