Penurunan Harga BBM Akan Direspon Positif Pasar
Jum'at, 16 Januari 2015 - 22:23 WIB
Penurunan Harga BBM Akan Direspon Positif Pasar
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto mengatakan, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) akan direspon positif oleh pasar.
Hal ini lantaran, fiskal akan menjadi lebih baik karena subsidi lebih sehat dan penghematan lebih besar. "Maka dari itu, bisa direalokasikan ke sektor yang lebih produktif," kata Ryan kepada Sindo, Jumat (16/1/2014).
Dia mengharapkan, penurunan BBM diikuti harga-harga kebutuhan pokok, sehingga sangat baik bagi ekspektasi inflasi.
"Nah, ini juga sangat baik untuk sektor riil. Maka reaksi pasar akan lebih positif terhadap kinerja makroekonomi kita," ujarnya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penurunan harga BBM bersubsidi jenis premium sebesar Rp1.000 per liter yang berlaku mulai Senin (19/1/2015) pukul 00.00 WIB.
Atas keputusan itu harga BBM jenis premium turun menjadi Rp6.600 per liter, dari sebelumnya Rp7.600 per liter. Sementara solar turun menjadi Rp6.400 per liter dari sebelumnya Rp7.250 per liter.
Hal ini lantaran, fiskal akan menjadi lebih baik karena subsidi lebih sehat dan penghematan lebih besar. "Maka dari itu, bisa direalokasikan ke sektor yang lebih produktif," kata Ryan kepada Sindo, Jumat (16/1/2014).
Dia mengharapkan, penurunan BBM diikuti harga-harga kebutuhan pokok, sehingga sangat baik bagi ekspektasi inflasi.
"Nah, ini juga sangat baik untuk sektor riil. Maka reaksi pasar akan lebih positif terhadap kinerja makroekonomi kita," ujarnya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penurunan harga BBM bersubsidi jenis premium sebesar Rp1.000 per liter yang berlaku mulai Senin (19/1/2015) pukul 00.00 WIB.
Atas keputusan itu harga BBM jenis premium turun menjadi Rp6.600 per liter, dari sebelumnya Rp7.600 per liter. Sementara solar turun menjadi Rp6.400 per liter dari sebelumnya Rp7.250 per liter.
(dmd)
Lihat Juga :