IHSG Berpotensi Melemah karena Sinyal Profit Taking
Senin, 19 Januari 2015 - 08:08 WIB
IHSG Berpotensi Melemah karena Sinyal Profit Taking
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih memiliki potensi pelemahan lanjutan lantaran masih berlanjutnya sinyal aksi ambil untung (profit taking) meski ada sentimen positif dari penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola bearish three inside down menjauhi area middle bollinger band (MBB). MACD kembali melanjutkan penurunan setelah membentuk death cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik bergerak turun.
"Adanya sentimen positif dari penurunan harga BBM, elpiji, bahkan semen tampaknya belum sepenuhnya direspon positif dan sinyal profit taking pun diperkirakan masih berlanjut," kata dia, Senin (19/1/2015).
Menurut dia, jika pelemahan masih berlanjut kemungkinan IHSG akan menutup utang gap 5.113-5.125 dulu. Reza menyarankan tetap cermati potensi pelemahan lanjutan meskipun kami masih berharap adanya technical rebound.
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.130-5.138 dan resisten 5.155-5.206. Laju IHSG akhir pekan lalu sempat melampaui tipis area target resisten 5.195-5.200 dan tidak mampu bertahan di area target support 5.165-5.179.
Laju IHSG mengakhiri pekan kemarin dengan pelemahan, sehingga mengonfirmasi terjadinya tren penurunan pasca berhasil menutup utang gap di level 5.194-5.206 di pekan sebelumnya.
"Harapan kami akan dapat terjadinya penguatan belum terlaksana seiring masih berlanjutnya aksi profit taking dan pelemahan sejumlah bursa saham Asia yang terimbas pelemahan bursa saham AS," ujar dia.
Sentimen dari rilis rencana pemerintah untuk menurunkan harga BBM hingga semen tidak terlalu memberikan sentiment positif. Bahkan laju rupiah yang mengalami penguatan juga tidak direspon positif.
Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp620,14 miliar menjadi net sell Rp333,54 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola bearish three inside down menjauhi area middle bollinger band (MBB). MACD kembali melanjutkan penurunan setelah membentuk death cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik bergerak turun.
"Adanya sentimen positif dari penurunan harga BBM, elpiji, bahkan semen tampaknya belum sepenuhnya direspon positif dan sinyal profit taking pun diperkirakan masih berlanjut," kata dia, Senin (19/1/2015).
Menurut dia, jika pelemahan masih berlanjut kemungkinan IHSG akan menutup utang gap 5.113-5.125 dulu. Reza menyarankan tetap cermati potensi pelemahan lanjutan meskipun kami masih berharap adanya technical rebound.
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.130-5.138 dan resisten 5.155-5.206. Laju IHSG akhir pekan lalu sempat melampaui tipis area target resisten 5.195-5.200 dan tidak mampu bertahan di area target support 5.165-5.179.
Laju IHSG mengakhiri pekan kemarin dengan pelemahan, sehingga mengonfirmasi terjadinya tren penurunan pasca berhasil menutup utang gap di level 5.194-5.206 di pekan sebelumnya.
"Harapan kami akan dapat terjadinya penguatan belum terlaksana seiring masih berlanjutnya aksi profit taking dan pelemahan sejumlah bursa saham Asia yang terimbas pelemahan bursa saham AS," ujar dia.
Sentimen dari rilis rencana pemerintah untuk menurunkan harga BBM hingga semen tidak terlalu memberikan sentiment positif. Bahkan laju rupiah yang mengalami penguatan juga tidak direspon positif.
Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp620,14 miliar menjadi net sell Rp333,54 miliar.
(rna)
Lihat Juga :