Freeport Akui Lamban Jalankan Komitmen dengan Pemerintah
Kamis, 22 Januari 2015 - 11:47 WIB
Freeport Akui Lamban Jalankan Komitmen dengan Pemerintah
A
A
A
JAKARTA - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Maroef Sjamsuddin mengakui perusahaannya lamban menjalankan komitmennya dengan pemerintah Indonesia.
"Terkait isu hangat. Memang saya akui ada suatu perlambatan-perlambatan atau jalan di jalur lambat perusahaan ini dalam rangka tunjukkan komitmen ke regulator," katanya di kantor Freeport Indonesia, Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Menurut dia, lambannya langkah perusahaan untuk menjalankan komitmen tersebut tidak hanya berdampak pada urusan bisnis semata, namun juga dampak sosial kepada masyarakat di Papua.
"Memang lambat maka saya marah ke staf. Kenapa enggak dipercepat. Kalau enggak jalan bagus bagaimana dengan Papua sendiri," jelas Maroef.
Di masa kepemimpinannya hal tersebut segera terurai. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah pemerintah untuk melarang ekspor konsentrat bagi mereka yang tidak serius membangun pabrik pemurnian (smelter).
"Ini saya dorong. Saya positif apa yang dibilang Menter ESDM bahwa mengingatkan Freeport Indonesia izin ekspor sudah mepet. Memang ada komitmen yang harus diselesaikan," tandasnya.
"Terkait isu hangat. Memang saya akui ada suatu perlambatan-perlambatan atau jalan di jalur lambat perusahaan ini dalam rangka tunjukkan komitmen ke regulator," katanya di kantor Freeport Indonesia, Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Menurut dia, lambannya langkah perusahaan untuk menjalankan komitmen tersebut tidak hanya berdampak pada urusan bisnis semata, namun juga dampak sosial kepada masyarakat di Papua.
"Memang lambat maka saya marah ke staf. Kenapa enggak dipercepat. Kalau enggak jalan bagus bagaimana dengan Papua sendiri," jelas Maroef.
Di masa kepemimpinannya hal tersebut segera terurai. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah pemerintah untuk melarang ekspor konsentrat bagi mereka yang tidak serius membangun pabrik pemurnian (smelter).
"Ini saya dorong. Saya positif apa yang dibilang Menter ESDM bahwa mengingatkan Freeport Indonesia izin ekspor sudah mepet. Memang ada komitmen yang harus diselesaikan," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :