Maroef Janji Tak Pakai Cara Militer di Freeport
Kamis, 22 Januari 2015 - 12:53 WIB
Maroef Janji Tak Pakai Cara Militer di Freeport
A
A
A
JAKARTA - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin berjanji tidak akan menggunakan cara militer dalam memimpin perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut.
Seperti diketahui, Freeport Indonesia menunjuk mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini sebagai presiden direktur yang baru, menggantikan Rozik B Soetjipto yang akan memasuki masa pensiun.
"Saya tidak mungkin akan menggunakan cara-cara militer (pimpin Freeport). Tidak ada itu. Sangat jauh," tegasnya di kantor Freeport Indonesia, Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Menurutnya, latar belakang dirinya sebagai perwira TNI memang tidak akan dilunturkan. Namun pengalaman sebagai perwira tersebut hanya diaplikasikan dalam bentuk kedisiplinan dan kesolidan.
"Background saya di pemerintahan sebagai perwira TNI. Jadi saya tidak akan melunturkan, komitmen ini karena background saya. Tapi disiplinnya yang perlu kita ambil. Supaya kita bisa bekerja bersama dengan solid," pungkas Maroef.
Sebelumnya diberitakan, pemerintah mengancam akan membekukan izin ekspor PT Freepot Indonesia jika proses pembangunan pabrik pengolahan bahan mentah mineral atau smelter belum dilakukan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan, pemerintah akan me-review kembali smelter perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut.
Hingga saat ini, kata Sudirman, rencana pembangunan smelter Freeport belum ada kemajuan alias terbengkalai. Bahkan, terhalang kendala yang belum diselesaikan.
"Kita akan review perkembangan smelter, kemudian ada laporan dari Dirjen saya sampai hari ini progres smelter itu belum cukup maju. Bahkan, tanah itu belum mereka selesaikan," tegasnya, usai Rapat Badan Anggaran di Jakata, Selasa (20/1/2015).
Seperti diketahui, Freeport Indonesia menunjuk mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini sebagai presiden direktur yang baru, menggantikan Rozik B Soetjipto yang akan memasuki masa pensiun.
"Saya tidak mungkin akan menggunakan cara-cara militer (pimpin Freeport). Tidak ada itu. Sangat jauh," tegasnya di kantor Freeport Indonesia, Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Menurutnya, latar belakang dirinya sebagai perwira TNI memang tidak akan dilunturkan. Namun pengalaman sebagai perwira tersebut hanya diaplikasikan dalam bentuk kedisiplinan dan kesolidan.
"Background saya di pemerintahan sebagai perwira TNI. Jadi saya tidak akan melunturkan, komitmen ini karena background saya. Tapi disiplinnya yang perlu kita ambil. Supaya kita bisa bekerja bersama dengan solid," pungkas Maroef.
Sebelumnya diberitakan, pemerintah mengancam akan membekukan izin ekspor PT Freepot Indonesia jika proses pembangunan pabrik pengolahan bahan mentah mineral atau smelter belum dilakukan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan, pemerintah akan me-review kembali smelter perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut.
Hingga saat ini, kata Sudirman, rencana pembangunan smelter Freeport belum ada kemajuan alias terbengkalai. Bahkan, terhalang kendala yang belum diselesaikan.
"Kita akan review perkembangan smelter, kemudian ada laporan dari Dirjen saya sampai hari ini progres smelter itu belum cukup maju. Bahkan, tanah itu belum mereka selesaikan," tegasnya, usai Rapat Badan Anggaran di Jakata, Selasa (20/1/2015).
(izz)
Lihat Juga :