Freeport Gelontorkan Rp189 Triliun Keruk Emas di Papua
Kamis, 22 Januari 2015 - 14:32 WIB
Freeport Gelontorkan Rp189 Triliun Keruk Emas di Papua
A
A
A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia menggelontorkan investasi USD15 miliar atau senilai Rp189 triliun (kurs Rp12.520 per/USD) untuk dapat terus beroperasi dan mengeruk emas di wilayah Papua.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Maroef Sjamsuddin mengatakan, nilai investasi tersebut untuk mengeruk emas bawah tanah (underground) dalam jangka panjang.
"Jangka panjang untuk suplai Freeport di underground USD15 miliar. Itu fokus untuk undergroud. Mempercepat produksi tambang underground," ujarnya di kantor Freeport Indonesia, Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Lebih lanjut, dia mengatakan, pengerukan emas bawah tanah tersebut sangat dibutuhkan untuk menyuplai smelter yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.
Adapun pengerukan emas bawah tanah sangat dibutuhkan untuk suplai smelter yang saat ini dibangun. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan USD2 miliar untuk membangun smelter di Gresik.
"Perhitungan smelter USD2 miliar. Underground ini nanti untuk suplai smelter baru ini. Akan kami laporkan nanti," pungkasnya.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Maroef Sjamsuddin mengatakan, nilai investasi tersebut untuk mengeruk emas bawah tanah (underground) dalam jangka panjang.
"Jangka panjang untuk suplai Freeport di underground USD15 miliar. Itu fokus untuk undergroud. Mempercepat produksi tambang underground," ujarnya di kantor Freeport Indonesia, Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Lebih lanjut, dia mengatakan, pengerukan emas bawah tanah tersebut sangat dibutuhkan untuk menyuplai smelter yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.
Adapun pengerukan emas bawah tanah sangat dibutuhkan untuk suplai smelter yang saat ini dibangun. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan USD2 miliar untuk membangun smelter di Gresik.
"Perhitungan smelter USD2 miliar. Underground ini nanti untuk suplai smelter baru ini. Akan kami laporkan nanti," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :