Freeport Akui Lamban Respons Pemerintah

Jum'at, 23 Januari 2015 - 11:11 WIB
Freeport Akui Lamban...
Freeport Akui Lamban Respons Pemerintah
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia memastikan akan membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di lahan milik PT Petrokimia Gresik, di Gresik, Jawa Timur.

Manajemen Freeport menyatakan siap bekerja lebih cepat untuk membangun smelter sesuai keinginan pemerintah. “Saya akui, selama ini masih di jalur lambat. Ke depan Freeport akan berada di jalur cepat sesuai keinginan pemerintah,” ujar Presiden Direktur Freeport Indonesia Maroef Syamsuddin di Jakarta kemarin.

Maroef menegaskan, Freeport konsisten mematuhi peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia, termasuk Undang- Undang (UU) No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, beserta aturan di bawahnya. Sebelumnya Freeport memang sudah menyetor jaminan sebesar USD115 juta atau sekitar 5% dari perkiraan nilai investasi sebesar USD2,3 miliar, sebagai bukti komitmennya dalam pembangunan smelter.

Maroef mengatakan, pihaknya kemarin telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) dengan Petrokimia Gresik. Pada hari itu pula, kata dia, Freeport baru mendapat kepastian mengenai pemakaian lahan milik pabrik petrokimia tersebut seluas 60 hektare. Dia menambahkan, Freeport juga menjajaki untuk memasok asam sulfat yang merupakan produk samping smelter sebagai bahan baku Petrokimia Gresik.

Di samping itu, Freeport bisa memasok limestone ke pabrik semen. Namun, dia belum bisa menjanjikan kapan target pengoperasian smelter tersebut. “Kami akan sesuaikan dengan target pemerintah,” ujarnya. Kapasitas smelter baru itu direncanakan sebesar 2 juta ton konsentrat per tahun. Lokasinya berdekatan dengan smelter PT Smelting Gresik di Gresik, di mana di daerah itu sudah tersedia infrastruktur yang dibutuhkan, seperti pelabuhan.

Maroef menambahkan, Freeport juga akan meneruskan kajian pembangunan smelterdan pabrik semen di Papua. Dia menegaskan, Freeport sangat berkomitmen dalam membangun bumi Papua. Selain smelter yang memang terkait dengan bisnis perusahaan, pembangunan pabrik semen dinilai penting untuk menurunkan harga semen yang sangat tinggi dan mendukung pembangunan infrastruktur di Papua.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengancam akan membekukan izin ekspor konsentrat Freeport. Perusahaan tambang emas dan tembaga itu dinilai tidak menunjukkan kesungguhannya dalam membangun smelter sebagaimana yang disyaratkan pemerintah.

Sudirman bahkan menetapkan tanggal 25 Januari 2015 sebagai batas akhir bagi Freeport untuk menunjukkan kemajuan dalam pembangunan smelter, atau pemerintah mencabut izin ekspor perusahaan. Senada dengan pemerintah, DPR pun mendukung rencana sanksi bagi perusahaan tambang emas terbesar yang beroperasi di Tanah Air ini. DPR menilai, pemerintah berhak mencabut izin ekspor Freeport jika perusahaan tidak patuh terhadap aturan negara.

“Kita mendukung pemerintah. Apabila mereka tidak ikuti aturan pemerintah, cabut saja izinnya,” tandas Wakil Ketua Komisi VII DPR Zairullah Azhar baru-baru ini.

Nanang wijayanto/ant
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
10 menit yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
47 menit yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
1 jam yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
1 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
2 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
3 jam yang lalu
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved