Dampak Konflik KPK Vs Polri ke Ekonomi Tak Signifikan

Minggu, 25 Januari 2015 - 12:58 WIB
Dampak Konflik KPK Vs...
Dampak Konflik KPK Vs Polri ke Ekonomi Tak Signifikan
A A A
JAKARTA - Konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri disinyalir tidak akan terlalu membawa dampak siginifikan terhadap ekonomi Indonesia. Namun jika kisruh menjalar ke instabilitas politik, maka akan memberi dampak besar.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan bahwa sebetulnya tidak akan ada pengaruh terhadap ekonomi makro karena ekonomi pada dasarnya di bawah payung hukum ekonomi itu sendiri.

"Ini kan yang selalu mengaitkan ada dampaknya atau tidak itu spekulan. Kalau ekonomi itu bekerja sebagaimana hukum ekonomi yang ada. Ada pengaruh politik, itu memang, tapi tidak terlalu signifikan," ujar Enny ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Minggu (25/1/2015)

Imbas yang tak signifikan tersebut, menurut dia, dibuktikan dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan pekan ini, yang berhasil menguat meskipun tipis.

"Di hari Jumat itu, rupiah menguat, IHSG juga menguat. Padahal Jumat itu lagi heboh-hebohnya masalah KPK versus Polri sampai orang-orang pada demo juga," ujar Enny.

Enny menjelaskan, ekonomi memiliki logika, rasionalitas, ruang dan hukum sendiri. Namun karena persoalan politik, maka akan lebih memberi pengaruh terhadap usaha.

"Ini karena ketika tidak ada stabilitas politik, pengaruhnya akan lebih kepada ketidakpastian usaha. Nah sementara, hiruk pikuk persoalan KPK dan Polri, itu persoalan hukum. Jadi potensi ke sektor ekonomi untuk itu hampir tidak ada," pungkasnya.

Namun jika kisruh hukum yang terjadi akhir-akhir ini antara KPK dan Polri menjalar ke instabilitas politik akan berkorelasi pada variabel ekonomi Indonesia.

Menurut dia, jika konflik KPK dan Polri tidak bisa diselesaikan dan berujung pada pertanggungjawaban ke Kepala Negara, maka itu yang perlu diwaspadai.

"Kalau nanti menimbulkan gonjang ganjing, dan Kepala Negara (Presiden) ikut turun tangan, itu baru mungkin akan berdampak ke ekonomi Indonesia," ujarnya.

Namun, sepanjang persoalan ini hanya beredar di ranah hukum dan politik, maka tidak akan terlalu signifikan berdampak pada fluktuasi ekonomi.

"Karena yang menentukan kinerja ekonomi adalah variabel-variabel ekonomi ke depannya," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
2 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
2 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
4 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
4 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
5 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
5 jam yang lalu
Infografis
Kapal Ikan Ilegal Tak...
Kapal Ikan Ilegal Tak Lagi Ditenggelamkan tapi Dihibahkan ke Nelayan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved