Ini Alasan Izin Operasi Freeport Diperpanjang 6 Bulan
Minggu, 25 Januari 2015 - 18:08 WIB
Ini Alasan Izin Operasi Freeport Diperpanjang 6 Bulan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) telah memberikan arahan dalam proses negosiasi antara Indonesia dan PT Freeport terkait nota kesepahaman MoU) perpanjangan operasi selama enam bulan.
Kedua tokoh penting Indonesia tersebut, dia menuturkan, menghendaki supaya perpanjangan operasi ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan di wilayah Papua.
"Di sini, yang pemerintah inginkan adalah kita ingin memberi ruang ke Freeport untuk mengevaluasi kontribusinya, bukan hanya dari segi pendapatan, tapi juga keterlibatan mereka. Misalnya, merekrut putra daerah maupun penggunaan lokal konten," ungkap Sudirman di Jakarta, Minggu (25/1/2015)
Hal serupa juga diungkapkan Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar. Sukhyar mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar dua kali pertemuan sebelum keputusan perpanjangan operasi diumumkan.
"Kedua belah pihak (pemerintah dan Freeport Indonesia) sudah membahas perpanjangan MoU atau kesepahaman yang ingin ditambahkan dalam periode perpanjangan. Pertemuannya mengenai hal-hal teknis kemajuan pembangunan smelter," ujarnya.
Dia menambahkan, pemerintah menginginkan Freeport meningkatkan perannya dalam pembangunan Papua secara umum.
"Ini yang akan dibahas pada enam bulan ke depan. Juga terkait progres pembangunan smelter karena kami ingin tahu siapa, di mana bakal berdiri, siapa yang bangun, luas tanah berapa, ada Amdal tidak dan sebagainya," tutur dia.
(Baca: Pemerintah Resmi Perpanjangan Izin Operasi Freeport)
Kedua tokoh penting Indonesia tersebut, dia menuturkan, menghendaki supaya perpanjangan operasi ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan di wilayah Papua.
"Di sini, yang pemerintah inginkan adalah kita ingin memberi ruang ke Freeport untuk mengevaluasi kontribusinya, bukan hanya dari segi pendapatan, tapi juga keterlibatan mereka. Misalnya, merekrut putra daerah maupun penggunaan lokal konten," ungkap Sudirman di Jakarta, Minggu (25/1/2015)
Hal serupa juga diungkapkan Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar. Sukhyar mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar dua kali pertemuan sebelum keputusan perpanjangan operasi diumumkan.
"Kedua belah pihak (pemerintah dan Freeport Indonesia) sudah membahas perpanjangan MoU atau kesepahaman yang ingin ditambahkan dalam periode perpanjangan. Pertemuannya mengenai hal-hal teknis kemajuan pembangunan smelter," ujarnya.
Dia menambahkan, pemerintah menginginkan Freeport meningkatkan perannya dalam pembangunan Papua secara umum.
"Ini yang akan dibahas pada enam bulan ke depan. Juga terkait progres pembangunan smelter karena kami ingin tahu siapa, di mana bakal berdiri, siapa yang bangun, luas tanah berapa, ada Amdal tidak dan sebagainya," tutur dia.
(Baca: Pemerintah Resmi Perpanjangan Izin Operasi Freeport)
(rna)
Lihat Juga :