Rupiah Ditutup di Level keRp12.487/USD
Rabu, 28 Januari 2015 - 16:31 WIB
Rupiah Ditutup di Level keRp12.487/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini berakhir melemah seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memilih menetap di zona merah.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.487 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 18 poin dibanding posisi penutupan Selasa (27/1/2015) di level Rp12.469 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.485 per USD. Adapun posisi terkuat di level Rp12.461 per USD dan terlemah di level Rp12.524 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.488 per USD, dengan kisaran harian Rp12.403-Rp12.517 per USD. Posisi tersebut memburuk 28 poin dibanding hari sebelumnya di Rp12.460 per USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah berada di level Rp12.496 per USD. Posisi ini terkoreksi 24 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.472 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.498 per USD. Posisi ini melemah 5 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp12.493 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi IHSG yang terkoreksi lantaran adanya aksi ambil untung.
"Aksi tersebut dilakukan investor menjelang pertemuan FOMC meeting, sehingga berdampak pada pergerakan nilai tukar rupiah di tengah pengawalan yang dilakukan Bank Indonesia," kata dia, Rabu (28/1/2015).
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona merah di tengah variatifnya bursa Asia dan tekanan jual investor asing. IHSG terkoreksi 8,30 poin atau 0,16% ke level 5.268,85.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,41 triliun dengan 5,71 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp442,08 miliar. Tercatat 152 saham naik, 150 saham melemah dan 98 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Siang Ini Makin Melemah ke Rp12.502/USD)
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.487 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 18 poin dibanding posisi penutupan Selasa (27/1/2015) di level Rp12.469 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.485 per USD. Adapun posisi terkuat di level Rp12.461 per USD dan terlemah di level Rp12.524 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.488 per USD, dengan kisaran harian Rp12.403-Rp12.517 per USD. Posisi tersebut memburuk 28 poin dibanding hari sebelumnya di Rp12.460 per USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah berada di level Rp12.496 per USD. Posisi ini terkoreksi 24 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.472 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.498 per USD. Posisi ini melemah 5 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp12.493 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi IHSG yang terkoreksi lantaran adanya aksi ambil untung.
"Aksi tersebut dilakukan investor menjelang pertemuan FOMC meeting, sehingga berdampak pada pergerakan nilai tukar rupiah di tengah pengawalan yang dilakukan Bank Indonesia," kata dia, Rabu (28/1/2015).
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona merah di tengah variatifnya bursa Asia dan tekanan jual investor asing. IHSG terkoreksi 8,30 poin atau 0,16% ke level 5.268,85.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,41 triliun dengan 5,71 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp442,08 miliar. Tercatat 152 saham naik, 150 saham melemah dan 98 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Siang Ini Makin Melemah ke Rp12.502/USD)
(rna)
Lihat Juga :