Dapat PMN Rp5,6 T, Bank Mandiri Siap Maju ke QAB
Rabu, 28 Januari 2015 - 17:20 WIB
Dapat PMN Rp5,6 T, Bank Mandiri Siap Maju ke QAB
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menerima tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp5,6 triliun.
Dana ini akan mendukung BMRI untuk memperkuat kapasitas modal. Selain itu, tambahan PMN ini juga atas dasar pengajuan BMRI sebagai Qualified ASEAN Bank (QAB).
Hal ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sore ini dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.
"Masing-masing negara akan mengusulkan bakal calon bank yang akan maju ke QAB. Nah, salah satu syaratnya harus memiliki modal besar sebanding dengan bank regional lainnya sekurang-kurangnya 17,5% pada 2017," ujarnya di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Menurutnya, hingga saat ini BMRI menjadi satu-satunya bank yang paling siap dibandingkan dengan bank-bank lain baik swasta maupun milik pemerintah.
"Tapi dengan modal saat ini yang Rp91,7 triliun, saat ini BMRI masih berada di urutan 9 dibanding bank ASEAN lain. Maka perlu right issue sehingga akan dapat dana Rp9,3 triliun dan naik ke peringkat 7," pungkas Rini.
Dana ini akan mendukung BMRI untuk memperkuat kapasitas modal. Selain itu, tambahan PMN ini juga atas dasar pengajuan BMRI sebagai Qualified ASEAN Bank (QAB).
Hal ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sore ini dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.
"Masing-masing negara akan mengusulkan bakal calon bank yang akan maju ke QAB. Nah, salah satu syaratnya harus memiliki modal besar sebanding dengan bank regional lainnya sekurang-kurangnya 17,5% pada 2017," ujarnya di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Menurutnya, hingga saat ini BMRI menjadi satu-satunya bank yang paling siap dibandingkan dengan bank-bank lain baik swasta maupun milik pemerintah.
"Tapi dengan modal saat ini yang Rp91,7 triliun, saat ini BMRI masih berada di urutan 9 dibanding bank ASEAN lain. Maka perlu right issue sehingga akan dapat dana Rp9,3 triliun dan naik ke peringkat 7," pungkas Rini.
(izz)
Lihat Juga :