Peran Konkret Aggregator Gas Minta Diperjelas

Selasa, 03 Februari 2015 - 11:20 WIB
Peran Konkret Aggregator...
Peran Konkret Aggregator Gas Minta Diperjelas
A A A
JAKARTA - Pengamat Migas Institute Pri Agung Rakhmanto mengaku belum tahu persis peran konkret aggregator gas, sehingga harus diperjelas.

"Artinya, (aggregator gas) ini harus benar-benar memiliki kewenangan penuh sebagai stabilisator harga, termasuk di antaranya kewenangan membeli dan menjual," ujar Pri Agung dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (3/2/2015)

Menurut dia, jika peran tersebut selama ini ternyata sudah dimainkan Pertamina, maka pemerintah tidak perlu membentuk aggregator gas yang baru, hanya perlu memperjelas peran tersebut.

Wacana tentang pembentukan aggregator gas tersebut tak lepas dari platform energi pemerintah. Sebelumnya, Presiden Jokowi berjanji akan memperkuat gas sebagai energi alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Pemerintah meyakini, dengan mempercepat konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bisa mengatasi persoalan subsidi BBM yang terus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syarif Hidayat, ide tersebut sangat bagus dan harus mendapat dukungan karena manifestasi pelayanan satu pintu (one stop service).

Terkait kemungkinan bahwa Pertamina yang akan menjadi single aggregator, Syarif menilai bahwa hal itu memang dimungkinkan. Apalagi, selama ini Pertamina memang memiliki kemampuan melakukan eksplorasi dan eksploitasi.

Selain itu, Pertamina juga berpengalaman dalam hal distribusi. Namun agar tujuan percepatan konversi dari BBM ke gas bisa terwujud, Syarif menyarankan agar distribusi juga dilakukan melalui instalasi, termasuk pipa-pipa sampai ke rumah.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved