Pertamina Habis jika Terus Diintervensi Politik
Selasa, 03 Februari 2015 - 16:49 WIB
Pertamina Habis jika Terus Diintervensi Politik
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menegaskan, PT Pertamina belum lepas dari intervensi politik. Jika ini berlanjut, maka Pertamina bisa habis.
Hal tersebut dibuktikan bahwa setiap perubahan yang dibuat selalu ditentang banyak pihak. Misalnya, beberapa langkah yang diambil seperti membenahi pom bensin masih diapresiasi. Namun, setelah masuk ke pembenahan SDM langsung ribut dan muncul intervensi politik.
"Soal pom bensin ini karena menyangkut masyarakat, orang masih apresiasi alias tepuk tangan, mendukung. Untuk pembenahan kilang mendukung. Ketika masuk SDM treatment berbeda, yang ribut banyak yang intervensi apalagi. Belum lagi masuk ke supply chain, masalah impor, parah," katanya dalam rapat bersama Komisi VII DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Sudirman mengatakan, jika kondisi ini terus berlangsung maka Pertamina bisa selesai alias bubar dan kembali kepada transaksi yang tidak bersih selama ini. Sudirman berharap, Komisi VII DPR bisa memperjuangkan Pertamina lepas dari intervensi politik.
"Kita berbicara supply chain, ekspor impor dirutnya langsung diganti. Ini ada atasannya atas dirut. Artinya Pertamina tidak pernah diberikan kesempatan fair untuk membenahi diri," tegas dia.
Salah satu contoh banyaknya intervensi ke Pertamina adalah ketika menaikkan harga elpiji 12 Kg. Seharusnya ini kebijakan murni korporasi Pertamina tanpa campur tangan pemerintah.
"Pertamina menghadapi masalah luar biasa. Kalau politik tidak protes yang baik-baik, akan bubar Pertamina dan kembali ke praktik selama ini kita benahi," tutupnya.
(Baca: Sudirman: Pertamina Kerap Diintervensi Parpol)
Hal tersebut dibuktikan bahwa setiap perubahan yang dibuat selalu ditentang banyak pihak. Misalnya, beberapa langkah yang diambil seperti membenahi pom bensin masih diapresiasi. Namun, setelah masuk ke pembenahan SDM langsung ribut dan muncul intervensi politik.
"Soal pom bensin ini karena menyangkut masyarakat, orang masih apresiasi alias tepuk tangan, mendukung. Untuk pembenahan kilang mendukung. Ketika masuk SDM treatment berbeda, yang ribut banyak yang intervensi apalagi. Belum lagi masuk ke supply chain, masalah impor, parah," katanya dalam rapat bersama Komisi VII DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Sudirman mengatakan, jika kondisi ini terus berlangsung maka Pertamina bisa selesai alias bubar dan kembali kepada transaksi yang tidak bersih selama ini. Sudirman berharap, Komisi VII DPR bisa memperjuangkan Pertamina lepas dari intervensi politik.
"Kita berbicara supply chain, ekspor impor dirutnya langsung diganti. Ini ada atasannya atas dirut. Artinya Pertamina tidak pernah diberikan kesempatan fair untuk membenahi diri," tegas dia.
Salah satu contoh banyaknya intervensi ke Pertamina adalah ketika menaikkan harga elpiji 12 Kg. Seharusnya ini kebijakan murni korporasi Pertamina tanpa campur tangan pemerintah.
"Pertamina menghadapi masalah luar biasa. Kalau politik tidak protes yang baik-baik, akan bubar Pertamina dan kembali ke praktik selama ini kita benahi," tutupnya.
(Baca: Sudirman: Pertamina Kerap Diintervensi Parpol)
(izz)
Lihat Juga :