IHSG Diprediksi Variatif pada Kisaran 5.252-5.325
Jum'at, 06 Februari 2015 - 08:14 WIB
IHSG Diprediksi Variatif pada Kisaran 5.252-5.325
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi akan bergerak variatif (mixed).
"IHSG cenderung bergerak mixed. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.252 dan resistance 5.325," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Jumat (6/2/2015).
Sementara sentimen dari Wall Street cenderung mendorong kenaikan IHSG. Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Avg naik sebesar 1,20%, sedangkan indeks S&P500 terapresiasi sebesar 1,03%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini variatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik sebesar 0,79%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) melemah 0,19%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga mengalami apresiasi. Harga minyak mentah WTI naik 1,43% ke level USD51,20 per barel, sedangkan harga emas Comex menguat 0,17% ke
posisi USD1.264,90 per troi ons.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan ekonomi Indonesia secara kumulatif tumbuh sebesar 5,02% pada tahun 2014, melambat 72 basis poin dibanding 2013 yang mencapai 5,78%.
Sementara PDB per kapita nasional di 2014 naik menjadi Rp41,81 juta, dari sebelumnya Rp38,28 juta pada 2013. Namun jika mengacu pada dolar AS (USD), nilainya turun menjadi USD3.531,45, dari sebelumnya USD3.669,75 pada 2013.
"IHSG cenderung bergerak mixed. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.252 dan resistance 5.325," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Jumat (6/2/2015).
Sementara sentimen dari Wall Street cenderung mendorong kenaikan IHSG. Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Avg naik sebesar 1,20%, sedangkan indeks S&P500 terapresiasi sebesar 1,03%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini variatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik sebesar 0,79%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) melemah 0,19%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga mengalami apresiasi. Harga minyak mentah WTI naik 1,43% ke level USD51,20 per barel, sedangkan harga emas Comex menguat 0,17% ke
posisi USD1.264,90 per troi ons.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan ekonomi Indonesia secara kumulatif tumbuh sebesar 5,02% pada tahun 2014, melambat 72 basis poin dibanding 2013 yang mencapai 5,78%.
Sementara PDB per kapita nasional di 2014 naik menjadi Rp41,81 juta, dari sebelumnya Rp38,28 juta pada 2013. Namun jika mengacu pada dolar AS (USD), nilainya turun menjadi USD3.531,45, dari sebelumnya USD3.669,75 pada 2013.
(rna)
Lihat Juga :