IHSG Diprediksi Variatif pada Kisaran 5.253-5.400
Selasa, 10 Februari 2015 - 08:21 WIB
IHSG Diprediksi Variatif pada Kisaran 5.253-5.400
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diprediksi akan bergerak variatif (mixed) dalam kisaran terbatas.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.253 dan resistance 5.400," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (10/2/2015).
Sementara sentimen dari Wall Streeet cenderung menekan IHSG. Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Avg turun sebesar 0,53%, sedangkan indeks S&P500 terkoreksi sebesar 0,42%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini bergerak variatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) menguat sebesar 0,01%, dan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) turun 0,62%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun 0,59% ke level USD52,55 per barel, sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,16% ke posisi USD1.239 per troi ons.
Dari dalam negeri, pemerintah berencana membatasi investasi baru di industri semen. Pemerintah beralasan jika aliran penanaman modal baru dibuka lebar dikhawatirkan industri semen akan mengalami kelebihan pasokan.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana mengurangi produksi clinker dan akan memenuhi pasokan dengan impor.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.253 dan resistance 5.400," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (10/2/2015).
Sementara sentimen dari Wall Streeet cenderung menekan IHSG. Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Avg turun sebesar 0,53%, sedangkan indeks S&P500 terkoreksi sebesar 0,42%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini bergerak variatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) menguat sebesar 0,01%, dan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) turun 0,62%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun 0,59% ke level USD52,55 per barel, sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,16% ke posisi USD1.239 per troi ons.
Dari dalam negeri, pemerintah berencana membatasi investasi baru di industri semen. Pemerintah beralasan jika aliran penanaman modal baru dibuka lebar dikhawatirkan industri semen akan mengalami kelebihan pasokan.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana mengurangi produksi clinker dan akan memenuhi pasokan dengan impor.
(rna)
Lihat Juga :