Asing Diminta Tak Ikut Campur Urusan Cilamaya

Selasa, 10 Februari 2015 - 10:58 WIB
Asing Diminta Tak Ikut...
Asing Diminta Tak Ikut Campur Urusan Cilamaya
A A A
JAKARTA - Pemerintah Jepang tidak boleh mencampuri rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Jika akan berinvestasi, hendaknya melalui jalur investasi dan kerja sama.

Bukan dengan intervensi atau ancaman. Sikap keras itu datang dari politisi senior yang juga mantan anggota Komisi I DPR Aisyah Amini. Aisyah menilai, tidak pada tempatnya jika Dubes Jepang Tanizaki Yasuaki yang notabene wakil dari Pemerintah Jepang melakukan roadshow kepada para pejabat, mulai dari Presiden Joko Widodo, para menteri, hingga Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Apalagi jika kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mereka untuk memuluskan proyek Cilamaya. ”Kita tolak ancaman apa pun. Ini negara kita, kita tidak menjual diri!” kata Aisyah dalam keterangan tertulisnya kemarin. Berbagai roadshow yang dilakukan Yasuaki memang terkait dengan upaya memuluskan proyek Pelabuhan Cilamaya.

Terakhir, Yasuaki mengunjungi Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Gedung Sate awal Februari 2015. Berkat kunjungan tersebut, sikap Deddy yang semula menolak pembangunan Cilamaya mendadak berubah drastis. Seusai bertemu Yasuaki, Deddy mengatakan, pembangunan Pelabuhan Cilamaya akan diserahkan kepada swasta.

Sementara, ancaman dialami Menteri PPN/Kepala Bappenas Adrinof Chaniago, yang dengan tegas menolak intervensi Jepang. Menurut Adrinof, ancaman langsung disampaikan Yasuaki, setelah pemerintah memutuskan untuk meng-evaluasi sejumlah proyek infrastruktur yang disponsori Jepang, termasuk Pelabuhan Cilamaya. ”Dia bilang akan ada konsekuensi ekonomi dan politik untuk hubungan bilateral kedua negara,” ujar Andrinof.

Pengamat energi dari Refor- Miner Institute Pri Agung tak kalah kencang menolak. Menurutnya, produksi minyak dan gas (migas) Blok Offshore Northwest Java (ONWJ) tidak boleh ditutup karena akan mengganggu ketahanan energi nasional. Apalagi, hanya demi membangun Pelabuhan Cilamaya, yang notabene untuk melayani perusahaan automotif yang juga sebagai pengonsumsi terbesar BBM bersubsidi.

Yanto kusdiantono
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved